Home / PROFILSUMUT / Kisah Fransiskus yang Diselamatkan “Gurita” Danau Toba

Kisah Fransiskus yang Diselamatkan “Gurita” Danau Toba


Pada foto yang dirilis TNI AL, petugas menyelamatkan korban helikopter jatuh yang selamat, Fransiskus Subihardayan, di Danau Toba, Sumatera, Selasa (13/10/2015)

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Keluarga Fransiskus Subihardayan (22), di Yogyakarta, tak henti-hentinya mengucap syukur dan bahagia. Pasalnya Frans, salah satu awak helikopter EC-130 milik PT Penerbangan Angkasa Semensta (PAS), ditemukan selamat saat heli yang membawanya jatuh di Danau Toba, Minggu (11/10/2015).

Fransiskus Subihardayan, lahir di Sleman 24 Januari 1993. Dia beralamat di Tegal Boyan, Purwomartani, Kalasan, Sleman Yogyakarta. Frans, biasa dia akrab disapa, merupakan satu dari lima orang yang berada di dalam helikopter naas itu. Frans bertugas sebagai helicopter landing officer (HLO).

Frans mengaku, sebelum jatuh, helikopter yang membawa mereka sempat berputar ke arah utara Desa Sihotang, melintasi gunung.

“Kemudian, pilot, Kapten Teguh belok, ke kanan lagi. Terus saya lihat kapten itu sudah menyisir Pulau Samosir sebelah timur. Setelah kelihatan tulisan Silangit, kapten ke arah selatan dulu. Jadi, Silangit, kalau menurut gambar GPS, kapten akan naik di ketinggian 5.000 meter,” lanjut Frans.

Baca Juga:  Poldasu Hentikan Penyelidikan Terhadap Anggota DPRD Binjai

“Tapi sebelum kami sampai di Silangit, kapten memutar lagi ke sebelah kanan untuk menghilangkan kabut asap. Karena kapten terlalu belokin, helikopter kehilangan kendali dan jatuh ke kiri (helikopter-red),” ujarnya.

Baca Juga:
Kesaksian Frans Saat Jatuhnya Helikopter di Danau Toba (Bagian I)
Kesaksian Frans Saat Jatuhnya Helikopter di Danau Toba (Bagian II)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up