Home / PROFIL / Kisah Hidup JR Saragih Sejak Kecil Sebatang Kara

Kisah Hidup JR Saragih Sejak Kecil Sebatang Kara


BERBAGI KASIH. Bupati Simalungun JR Saragih saat berbagi suka cita sekaligus merayakan Syukuran Ulang Tahun ke-41 Panti Asuhan Zarfat Huria Kristen Indonesia di Bah Sampuran, Kecamatan Jorlanghataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (5/11/2016).

Sementara itu, salah satu dari ibu jemaat HKI menjelaskan, mengaku terkejut sekaligus haru dan bangga, bahwa JR Saragih datang lebih awal. Bahkan sebelum panitia penyelenggara acara datang.

Untuk itu, para panitia penyelenggara pun menyatakan apresiasinya. “Sebagaimana diketahui dan sudah bukan menjadi rahasia, bahwa JR Saragih untuk masalah amal, kegiatan sosial, selalu di nomer satukan. Meskipun agenda kerjanya sangat padat,” ujar salah satu jemaat yang mengaku bangga dengan JR Saragih.

Hal senada pun disampaikan Sekertaris Jenderal Huria Kristen Indonesia, Batara Sihombing. Menurut Batara Sihombing, JR Saragih adalah sosok pemimpin yang religius dan takut akan tuhan-Nya.

“Dulu, ketika HKI ingin bertemu di kantor dinasnya, Bupati ini justru menyatakan, karena ini adalah layanan Tuhan, biar saya yang datang ke kantor atau gereja HKI. Ini adalah contoh yang baik dan layak ditiru, yakni seorang pemimpin yang memiliki jiwa melayani kepada masyarakatnya dengan tulus,” urai Batara Sihombing.

Baca Juga:  JR Saragih Bangun Infrastruktur dan Peternakan Sapi di Panombeian Pane

Pada kesempatan ini pula, JR Saragih mengaku terharu dengan anak-anak panti asuhan Zarfat yang kreatif membuat sebuah buku yang mampu menginspirasi para pembacanya.

“Saya mafhum dengan karya tulis anak-anak ini. Meski secara editorial bukan tulisan mereka, namun anak-anak panti harus diapresiasi. Sebab, mereka berani, jujur, dan polos menceritakan keadaan sesungguhnya dalam sebuah buku,” ujar JR Saragih bangga.

Pada kesempatan tersebut, Panti Asuhan Zarfat memang mengaku menyelenggarakan lomba penulisan menulis untuk kategori penulisan berita, profil, pantun, puisi dll. Salah satu tulisan yang menjadi pemenang dalam lmba tersebut adalah berjudul “Rindu Pada Ibu Ku”.

Salah satu ketua penyelenggara menyatakan sangat antusias melihat anak didiknya dalam mengikuti kompetisi ini. Padahal, waktu mereka sangat terbatas. Mereka hanya memiliki waktu dua minggu untuk menjadikan tulisan mereka menjadi bacaan yang menginspirasi para pembacanya.

Baca Juga:  Mengenal Sosok Bobby Nasution, Anak Medan Calon Menantu Jokowi

“Sesampainya di rumah, buku hasil karya tulisan anak panti ini akan saya kasihkan kepada anak dan istri, agar mereka dapat belajar dan mendapat inspirasi dari karya tulisan anak pantai yang ada di sini. Dan, umumnya para penduduk yang ada di Kabupaten Simalungun,” tutup Bupati Simalungun bangga. [ftr]

Terkait


Berita Terbaru