Komdis PSSI Denda PSMS Medan Rp.120 Juta Karena Hal Ini

28
Kemenangan 3-1 PSMS Medan melawan PSM Makassar diwarnai aksi kericuhan antara suporter dengan pihak kepolisian usai pertandingan di Stadion Teladan Medan, Senin (23/7) malam.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menjatuhkan sanksi berupa denda senilai Rp.120 juta kepada tim PSMS Medan. Sanksi tersebut sehubungan dengan tingkah laku buruk suporter PSMS Medan saat laga melawan Persipura Jayapura di Stadion Teladan Medan pada 12 Juli 2018 lalu.

Keputusan terkait sanksi itu, termaktub dalam surat keputusan (SK) Komdis PSSI bernomor 095/L1/SK/KD-PSSI/VII/2018 tertanggal 25 Juli 2018, yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin Firdaus.

Dalam fakta dan pertimbangan hukum SK Komdis PSSI itu, tertulis bahwa pada saat pertandingan antara PSMS Medan dan Persipura Jayapura itu, suporter PSMS Medan terbukti melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan. Suporter juga menyalakan suar api (flare) di menit ke 88 pertandingan tersebut.

‎Perbuatan suporter PSMS Medan itu melanggar ketentuan disiplin PSSI sesuai Pasal 70 lampiran (1) Kode Disiplin PSSI. Merujuk pada pelanggaran itu, PSMS pun dijatuhi denda Rp.120 juta dan diwajibkan membayar denda selambat-lambatnya 14 hari setelah menerima keputusan tersebut.

‎Media Officer PSMS Medan, membenarkan adanya sansi berupa denda tersebut. Ia mengaku surat keputusan Komdis PSSI itu baru mereka terima Jumat (27/7/2018) malam tadi. Sehingga belum ada keputusan apakah akan mengajukan banding atau tidak. Ketentuan soal banding atas keputusan Komdis PSSI sendiri diatur pada Pasal 119 Kode Disiplin PSSI.

“Belum ada keputusan. Suratnya baru kita terima malam ini. Besok baru akan didiskusikan dengan managemen,”sebut Bobi, Jumat (27/7/2018) malam.

S‎ebelumnya, Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja berharap agar suporter PSMS Medan tidak mengulangi perilaku buruk mereka saat pertandingan berlangsung. Karena sikap tersebut justru akan merugikan PSMS Medan secara keseluruhan.

“Kita tentunya tidak ingin dihukum lagi. Apalagi kalau sampai dihukum dalam laga usiran atau bermain di tempat netral. Ini akan sangat merugikan kita semua. Terutama PSMS Medan, suporter PSMS ‎dan juga masyarakat sekitar Stadion Teladan yang tinggal dan mencari penghidupan dari pertandingan PSMS Medan,”sebut Julius.

Pria yang akrab disapa King itu pun mencoba menjawab tuntutan mundur dari suporter terhadap dirinya, yang dituding tak becus mengelola PSMS Medan dan menjadi penyebab buruknya ‎penampilan Tim Ayam Kinantan –julukan PSMS Medan, hingga terjerembab ke dasar klasmen.

“Kalau ada masalah, mari kita bicarakan baik-baik. Mari kita dialog. Sampaikan apa kekurangan dan tuntutan secara baik-baik, Kita cari solusinya. Yang penting kita dukung dulu PSMS ini,”tukas Julius.

Untuk diketahui, sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI ini merupakan sanksi ketiga yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada PSMS Medan sepanjang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2018.

Sebelumnya PSMS Medan didenda Rp.80 Juta saat berhadapan‎ dengan Persib Bandung di Stadion Teladan pada 5 Juni 2018. PSMS juga pernah dihukum denda Rp.30 juta saat menjamu Bhayangkara FC pada 31 Maret 2018. [ska]

Apa Tanggapan Anda?