Kompol Fahrizal Benturkan Kepala dan Pukul-pukul Tembok Saat di Tahan Polda Sumut

86
Mantan Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Fahrizal mengaku tak menyesal sudah menembak adik iparnya Jumingan alias Jum hingga tewas. Ini disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memaparkan kasus ini di Mapolda Sumut, Kamis (5/4/2018).

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Selama berada di dalam sel tahanan Polda Sumut, Kompol Fahrizal, tersangka penembak Jumingan yang tak lain adik iparnya sendiri cenderung menunjukan prilaku tidak kooperatif. Bahkan sikapnya dinilai membahayakan tahanan lain.

Ini disampaikan Direktur Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian kepada wartawan, Kamis (19/4/2018) malam. Menurut Andi, sikap Kompol Fahrizal ini menjadi salah satu pertimbangan dia dirawat di Rumah sakit jiwa.

“Karena memang disana lebih aman buat dia. Kalau di sel kita, udah ada kecendrungan tidak kooperatif,”terang Andi.

Sikap tidak kooperatif mantan Wakapolres Lombok Tengah itu kata Andi dapat dilihat dari sikap Fahrizal yang kerap menolak untuk dilakukan cek kesehatan. Fahrizal menolak kedatangan tenaga kesehatan yang akan memeriksa dia dan juga menolak diberi obat.
“Cek kesehatan kan seharusnya dilakukan tiap hari,” ucapnya.

Selain itu, prilakunya ditahanan pun membahayakan orang lain termasuk dirinya sendiri. “Contohnya dia pukul-pukul tembok, kepala dibenturkan ke dinding dan banyak lagi,” urai Andi

Prilaku aneh mantan Kasatreskrim Polresta Medan ini kata Andi diperoleh dari tahanan lain yang melapor ke petugas jaga. “Justru informasi ini dari tahanan lain yang menginformasikan ke piket jaga,” sebut Andi.

Dengan kondisi Fahrizal itu kata Andi, penyidik belum bisa mengungkap motif penembakan tersebut. “Gak bisa diambil keterangannya. Tidak ada yang konsisten jawabannya,” jelas Andi.

Proses observasi di rumah sakit jiwa kata Andi juga merupakan keputusan dari tim kesehatan Mabes Polri yang sejak awal melakukan observasi kepada Fahrizal. Observasi dilakukan bagian dari rangkaian visum kejiwaan.

“Visum ini dibutuhkan waktu 14 hari. Tim yang melakukan observasi juga dari internal polisi dan pihak eksternal yang terdiri dari ahli kejiwaan rumah sakit Pirngadi da RSJ,” sebut Andi.

BERITA TERKAIT

Di RSJ, Kompol Fahrizal Dirawat Selama Dua Pekan

Terpisahk, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem di Jalan Tali Air, Medan yang ditunjuk untuk merawat Kompol Fahrizal akan menjalani serangkaian observasi kejiwaan kepada Fahrizal. Observasi ini akan ditangani dokter khusus.

Direktur RSJ Prof Dr M Ildrem, Chandra Syafei SpoG mengatakan untuk mengetahui kondisi kejiwaannya, Kompol Fahrizal akan ditangani oleh tim persatuan dokter jiwa.

“Kita nggak tau, karna menurut informasi (Kompol Fahrizal) ini mau ditangani tim persatuan dokter jiwa. Sebenarnya kalau di Polda itu kan ada dokter jiwanya juga, mungkin karena penting. Kita juga belum tau ni, namanya setiap pasien yang datang pasien apapun dia kita terima lah disini mana indikasi rawat inap, mana pasien rawat jalan,” terang Chandra saat dihubungi wartawan, Rabu (18/4/2018).

Saat ini lanjutnya, pihaknya belum mengetahui pasti kondisi kejiwaan yang dialami mantan Kasat Reskrim Polresta Medan ini. Sebab katanya, Kompol Fahrizal baru masuk ke RSJ, pada Senin (15/4) lalu.

“Belumlah baru masuk itu, baru ditangani tim belum ada laporan sama kita. Nanti kalau sudah lengkap diagnosanya apa, baru kita tau kondisi kejiwaannya bagaimana,” katanya. [ska]

Apa Tanggapan Anda?