Home / DELI SERDANGSUMUT / Korban Keracunan Bakso di Tebingtinggi Capai 47 Orang

Korban Keracunan Bakso di Tebingtinggi Capai 47 Orang


Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat melakukan peninjauan terhadap pasien di Rumah Sakit Kumpulan Pane.

EDISIMEDAN.COM, TEBINGTINGGI. Korban keracunan jajanan bakso di Kota Tebingtinggi terus bertambah. Kini korban berjumlah 47 orang dan masih di rawat intensif di rumah sakit.

Ke-47 orang itu dirawat di sejumlah rumah sakit karena diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan jenis bakso, pada Selasa malam (7/6/2016) usai melaksanakan salat tarawih di salah satu masjid di Jalan dr Hamka. Pedagangnya sendiri diketahui berinisial “d” (27), yang juga tinggal di daerah tersebut.

Namun karena kondisi semakin parah, korban baru dibawa ke rumah sakit pada Rabu paginya.

Adapun korban dirawat di Rumah Sakit Kumpulan Pane sebanyak 38 orang, Rumah Sakit Herna 3 orang dan Rumah Sakit Bhayangkara 5 orang. Kondisi korban sendiri masih di rawat intensif hingga saat ini.

Berdasarkan hasil rekam medis sementara, keseluruhan korban mengalami muntah muntah, diare, mencret, mual dan kepala pusing.

Baca Juga:  Djarot: Kita Belum Menyerah

“Mereka berobat ke bidan, dokter biasa, maupun praktek. Tadi malam makin naik, kita belum bisa pastikan apa sebenarnya,” ujar dr Nanang Fitria Aulia, dokter di Rumah Sakit Kumpulan Pane.

Sementara itu Walikota Tebingtinggi, langsung melakukan peninjauan terhadap pasien di Rumah Sakit Kumpulan Pane. Tidak menutup kemungkinan pasien akan terus bertambah.

BACA JUGA
Duh, Makan Bakso Usai Berbuka Puasa, Warga Sekampung di Tebingtinggi Keracunan

Pihaknya saat ini sudah mengumpulkan beberapa sampel makanan dan bekas muntahan  untuk dilakukan uji laboratorium.

“Semuanya mengalami gangguan di pencernaan, perut mules, kepala pusing, dan kita melakukan sampel muntah untuk dilakukan pemeriksaan, dan mengenai sumber objek enyebab juga diambil,” ujar Walikota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab keracunanan massal karena masih dilakukan penelitian. Rata-rata, korban keracunan merupakan anak anak dan remaja. Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak makan sembarangan dan menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum makan. [bey]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up