Home / NEWSSUMUT / Korupsi Dana Hibah Rp1,4 Miliar, Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Asahan Jadi Tersangka

Korupsi Dana Hibah Rp1,4 Miliar, Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Asahan Jadi Tersangka


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Asahan, Amir Hakim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana hibah oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Asahan. Dia diduga menyelewengkan dana hibah senilai Rp1,4 miliar.

“Amir Hakim ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 5 Februari 2018 kemarin,”ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Utara, Sumanggar Siagian, Jumat (9/2/2018).

Sumanggar menjelaskan Amri Hakim ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah yang bersumber dari P-APBD Kabupaten Batu bara TA.2015 sebesar Rp1 milyar. Serta penggunaan dana hibah TA.2016 pada Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Asahan dengan sumber dana dari Kabupaten Asahan sebesar Rp.400 juta. Tersangka kata Sumanggar dinilai, tidak dapat mempertanggung jawabkan penggunaaan dana hibah.

“Penyidik menilai dana itu dipergunakan untuk kepentingan pribadi tersangka,” sebut Sumanggar.

Baca Juga:  Peredaran Uang Palsu Kian Meningkat Jelang Pilkada Serentak

Sementara itu, Kepala Seksi Intelejen Kejari Asauan Boby Sirait mengatakan penetapan tersangka tersebut berdasarkan proses penyidikan selama kurun waktu hampir sepanjang tahun 2017. Penetapan tersangka tersebut katanya, diperkuat dengan terbitnya Sprindik kepala Kejaksaan Negeri Asahan nomor PRINT-01/N.2.23/Fd.1/08/2017 tertanggal 14 Agustus 2018 Jo Sprindik kepala Kejaksaan Negeri Asahan nomor PRINT-01a/N.2.23/Fd.1/10/2017 tertanggal 02 Oktober 2017.

Baca Juga

Serta, Surat Penetapan Tersangka nomor PRINT-01/N.2.23/Fd.1/02/2018 tertanggal 05 Februari Tahun 2018 terhadap tersangka AH,SP.

“Perolehan dana hibah dimaksud diperoleh dari hasil penjualan asset milik negara yang dahulunya masih dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Asahan, namun dikarenakan terjadi pemekaran kabupaten sehingga asset yang berada di wilayah Kabupaten Batu bara diperjual belikan oleh tersangka selaku ketua Gerakan pramuka Kwartir Asahan,” sebut Boby.

Baca Juga:  Pemprov Sumut Terus Berupaya Tingkatkan Pelayanan Terhadap Warga Binaan Panti Sosial

Seharusnya kata Boby, semua asset negara tidak dapat diperjual belikan oleh siapapun, sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp.1 milyar rupiah, ditambah lagi tersangka patut diduga juga tidak dapat mempertanggung jawabkan dana hibah yang bersumber dari dana APBD Asahan TA 2016 sebesar Rp.400 juta rupiah

“Kita akan periksa dia sebagai tersangka dalam waktu dekat,” pungkas Bobi. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up