Home / SUMUT / KPK Tanya Anggota DPRD Sumut, Terima Apa dari Gatot

KPK Tanya Anggota DPRD Sumut, Terima Apa dari Gatot


MEDAN| Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Senin (14/9/2015), sudah memeriksa anggota dan mantan anggota DPRD Sumatera Utara di gedung Mako Brimob Poldasu, Jalan Wahid Hasyim, Medan.

Belum diketahui pasti, berapa jumlah anggota DPRD Sumut yang menjalani pemeriksaan hari ini. Tapi yang pasti, KPK sudah menjadwalkan pemeriksaan hingga Kamis (17/9/2015) mendatang.

Pantauan di lapangan, hari ini ada belasan dari 93 anggota DPRD yang mendatangi Mako Brimob Poldasu. Pemeriksaan dilakukan dalam beberapa kelompok. KPK memeriksa anggota DPRD secara terpisah sejak pagi hingga sore tadi.

Mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dari Komisi E, Bokar Tambak mengaku dia masuk dalam kelompok pertama yang diperiksa KPK.   “Banyak hari ini diperiksa, sekitar puluhan itu, dan saya kelompok yang pertama,” ujar Bokar Tamba di Mako Brimob Poldasu.

Bokar bilang, penyidik KPK melontarkan sembilan pertanyaan kepadanya, termasuk gratifikasi/suap dalam perkara pengesahan APBD 2013-2015.  “Tadi saya ditanya penyidik KPK, terima apa dari Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Saya bilang tidak ada,” jelasnya.

Selain dugaan suap dan gratifikasi pengesahan APBD, penyidik juga mempertanyakan seputar interpelasi. “Interpelasi juga, itu aja. Ada sembilan pertanyaan,” ujar mantan anggota Fraksi Gerindra Bintang Reformasi itu.

Terkait interpelasi, Bokar mengaku tidak mengetahui tentang perjalanan interpelasi. “Saya tidak tahu bagaimana perjalanannya. Saya bilang masalah interpelasi dilakukan melalui pengusulan,” ujarnya.

Hingga sore tadi, KPK tidak memberikan penjelasan sudah berapa jumlah anggota DPRD yang diperiksa. Namun dari informasi yang dihimpun, beberapa anggota DPRD yang diperiksa hadir di Mako Brimob Poldasu antara lain,  Mustofawiyah Sitompul dari Fraksi Partai Demokrat, Analisman Zalukhu dari Fraksi PDIP, Yan Sahrin (mantan DPRDSU 2009-2014 dari Fraksi Gerindra), Oloan Simbolon, Mulyani (mantan DPRDSU 2009-2014), Kairul Fuad (mantan DPRDSU 2009-2014).

Selain itu Iman B Nasution mantan DPRDSU 2009-2014), Sonny Firdaus dari Fraksi Gerindra, Hardi Mulyono (mantan DPRDSU 2009-2014), Megalia Agustina (mantan DPRDSU 2009-2014), M Faisal dari Fraksi Partai Golkar, Muslim Simbolon dari Fraksi PAN, Rinawati Sianturi dari Fraksi Hanura serta Abu Bokar Tamba, dari Fraksi gabungan Gerindra Bintang Reformasi.

Seperti diberitakan, KPK memang sedang mengusut kasus dugaan suap terkait hak interpelasi di DPRD Sumatera Utara (Sumut). Mereka bahkan sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota Dewan, termasuk Ketua DPRD Sumut yang menjabat Ketua Fraksi Golkar pada periode 2009-2014, Ajib Shah.

Pada Selasa (8/9), Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho juda menjalani pemeriksaan di KPK. Dia menyatakan diperiksa sebagai saksi terkait kasus interpelasi DPRD Sumut.

Pada periode masa kepemimpinan Gatot, sejumlah anggota DPRD Sumut dua kali mengajukan usulan hak interpelasi terkait dana bansos, dana hibah, bantuan daerah bawahan (BDB) dan dana BOS. Namun, kedua pengajuan itu kandas karena sebagian besar anggota Dewan menarik dukungannya pada usulan itu. [rez]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up