Home / NEWS / Kronologi Dugaan Pemerasan Ketua APBMI Sumut Terhadap Pengusaha

Kronologi Dugaan Pemerasan Ketua APBMI Sumut Terhadap Pengusaha


Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Toga Panjaitan, Direktur Resese Kriminal Umum Kombes Pol Nur Fallah dan Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting saat temu pers di Mapolda Sumut, Kamis (6/10/2016)

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Dua orang tersangka diringkus Tim Khusus Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara (Sumut) yang menangani dugaan pungli Dwelling Time di Pelabuhan Belawan. Keduanya adalah Herbin Polin Marpaung, Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumut dan Putri, yang ditengarai sebagai makelar di lokasi terpisah.

Keduanya diamankan oleh Timsus dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kafe D’Coffee, Komplek Cemara Asri, Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, pada Senin (3/10/2016) malam.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan Timsus Poldasu, proses dwelling time di Pelabuhan Belawan dihambat oleh oknum-oknum pelaksana.

Kemudian dilakukan penyelidikan, sehingga sukses melakukan OTT terhadap Herbin Polin Marpaung, warga Jalan Bajak V, Komplek Villa Mutiara, Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas.

Saat dilakukan OTT, petugas menyita uang tunai senilai Rp75 juta dan kuitansi yang belum dibubuhi tanda tangan. Barang bukti itu sebagai uang muka dari Rp141 juta.

Baca Juga:  Ini Agenda Persidangan Komisi VIII Pasca Reses

“Ke-68 perusahaan bongkar muat dipimpin oleh HPM dan dia juga yang dapat order,” kata Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Toga Panjaitan, Direktur Resese Kriminal Umum Kombes Pol Nur Fallah dan Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting saat temu pers di Mapolda Sumut.

BACA JUGA
Jokowi Marahi Pelindo I Kelola Pelabuhan Belawan

Adhi bilang, Herbin dituding memeras dengan dalih membayar upah buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dengan nilai Rp141 juta. Pelaku mengancam pelapor bernama Oktavianus, kapalnya tidak boleh bersandar di dermaga Pelabuhan Belawan jika tak membayar. [BACA HALAMAN SELANJUTNYA]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up