Home / SUMUT / Kunker DPRD Labuhanbatu, Kelola Sampah Kota Bandung akan Terapkan Tehnologi

Kunker DPRD Labuhanbatu, Kelola Sampah Kota Bandung akan Terapkan Tehnologi


DSC_0599Kota Bandung sebagai kota jasa dan perniagaan kerap menjadi tujuan para pendatang. Alhasil, rentan menghasilkan polusi udara dan sampah. Mengantisipasi lonjakan produksi sampah memaksa Pemerintah Kota (Pemko) Bandung untuk berinovasi mengatasi sampah. Yakni, menerapkan teknologi pengelolaan sampah. "Kota Bandung sebagai kota terbuka dan kota jasa, rentan jadi lokasi pembuangan polusi dan sampah," ungkap Polman Silalahi salahseorang anggota DPRD Kota Bandung, Rabu (3/9/2014) ketika menerima Kunjugan kerja DPRD Kabupaten dari Komisi A dan Komisi C  di ruang rapat dewan Jalan Sukabumi nomor 30, Bandung. Ditambahkannya, produksi sampah kota Bandung perharinya mencapai 700 ton perhari. Sehingga penanganan sampah menjadi prioritas. "Mau tidak mau pengelolaan sampah harus dilaksanakan," bebernya. Tapi, kendala yang ada saat ini Bandung tak lagi memiliki areal yang luas untuk lokasi pengolahan sampah. "Tak ada lagi untuk pembuangan sampah secara konvensional," ujarnya.Sedangkan jika dibuang ke luar daerah juga mesti memiliki hubungan dengan pihak lain. Alhasil, pengelolaan sampah secara teknologi yang kali pertama diterapkan secara nasional jadi kajian dan evaluasi. Polman Silalahi yang dari Fraksi PDIP didampingi H Indon anggota DPRD Kota Bandung dari fraksi Hanura bersama Jonson Panjaitan (Hanura) dan Irsan Fauzi (Gerindra) Sejumlah anggota DPRD Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) ketika menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Labuhanbatu mengaku untuk pengelolaan sampah dengan tehnologi itu, pihak Pemko Bandung sudah menghasilkan Produk hukum berupa Peraturan Daerah (Perda). Dan untuk ini juga sudah ditetapkan pihak ketiga dalam pengelolaannya. “Untuk pengelolaan sampah dilandasi Perda,” jelasnya. Tehnologi pengelolaan sampah itu, katanya membutuhkan luasan lokasi 25 hektar. Dimana dari luasan itu, untuk industry pengolahannya membutuhkan lahan 5 hektar dan selebihnya merupakan kawasan hijauan. Memang, menurut dia, hingga saat ini pengolahannya belum berjalan maksimal. Karena, masih terus dalam evaluasi dan kajian terkait dampak lingkungannya. Khususnya limbah yang dihasilkan. “Memang belum dioperasikan, karena masih dalam tahap kajian dan analisa terkait dampak terhadap lingkungan,” jelasnya menjawab pertanyaan Ronal Matio Siahaan, salahseorang anggota DPRD Labuhanbatu. Sebab, Ronal sendiri mengaku jika aplikasi sistim itu baik, maka akan sangat baik diterapkan di Kabupaten Labuhanbatu yang saat ini masih membutuhkan lokasi dan system pengolahan sampah yang lebih baik. “Silahkan saja datang ke Pemko Bandung untuk mendapatkan teknisnya,” kata H Indon seraya menambahkan untuk soal teknisnya pihaknya kurang mengetahui secara mendetail.  H Indon sendiri mengucapkan Selamat datang ke Kota Bandung, bagi kalangan anggota DPRD Labuhanbatu. Dijelaskannya, APBD Pemko Bandung tahun anggaran 2014 ini sekitar Rp5,1 triliun, naik tajam jika dibanding tahun 2013 lalu yang masih sekitar Rp4,7 triliun. Dari 50 anggota dewan disana terdapat 33 orang yang baru dan 17 orang wakil rakyat yang lama serta dibagi dengan tujuh fraksi.Selain itu diutarakannya, mereka baru saja dilantik Agustus lalu. Namun begitu mereka telah membuat program penataan pembangunan hingga peningkatan kinerja serta peraihan pendapatan asli daerah semakin tinggi. Kota Bandung kedepan akan menuju kota teknopolis. Dimana dalam target pembangunannya menuju Bandung Kota Terpadu. Untuk itu, selain diupayakan pengelolaan sampah secara baik, juga akan dilakukan tata kelola perlalulintasan untuk meminimalisir kemacetan arus lalulinta. Serta, mempermudah rentang kendali dan hubungan antara masuarakat dengan Pemerintahan dengan memanfaatkan media social (medsos) sebagai sarana interaksi social. “Kita memanfaatkan medsos untuk interaksi antara masyarakat dengan pemerintahan. Kita terbuka, baik legislatif maupun eksecutif diantaranya telah membuat media sosial yang nantinya keluhan warga akan diketahui oleh semua pihak," paparnya. Sementara Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Hj Ellya Rosa menjelaskan, kunjungan tersebut terdiri dari Komisi A dan Komisi C dan berharap kunjungan resmi hingga sharing sesama wakil rakyat bermanfaat positif terhadap pembangunan dan kesejahteraan rakyat. [jar]

DSC_0599Kota Bandung sebagai kota jasa dan perniagaan kerap menjadi tujuan para pendatang. Alhasil, rentan menghasilkan polusi udara dan sampah. Mengantisipasi lonjakan produksi sampah memaksa Pemerintah Kota (Pemko) Bandung untuk berinovasi mengatasi sampah. Yakni, menerapkan teknologi pengelolaan sampah.

 

“Kota Bandung sebagai kota terbuka dan kota jasa, rentan jadi lokasi pembuangan polusi dan sampah,” ungkap Polman Silalahi salahseorang anggota DPRD Kota Bandung, Rabu (3/9/2014) ketika menerima Kunjugan kerja DPRD Kabupaten dari Komisi A dan Komisi C  di ruang rapat dewan Jalan Sukabumi nomor 30, Bandung.

 

Ditambahkannya, produksi sampah kota Bandung perharinya mencapai 700 ton perhari. Sehingga penanganan sampah menjadi prioritas. “Mau tidak mau pengelolaan sampah harus dilaksanakan,” bebernya.

 

Tapi, kendala yang ada saat ini Bandung tak lagi memiliki areal yang luas untuk lokasi pengolahan sampah. “Tak ada lagi untuk pembuangan sampah secara konvensional,” ujarnya.

Sedangkan jika dibuang ke luar daerah juga mesti memiliki hubungan dengan pihak lain. Alhasil, pengelolaan sampah secara teknologi yang kali pertama diterapkan secara nasional jadi kajian dan evaluasi.

 

Polman Silalahi yang dari Fraksi PDIP didampingi H Indon anggota DPRD Kota Bandung dari fraksi Hanura bersama Jonson Panjaitan (Hanura) dan Irsan Fauzi (Gerindra) Sejumlah anggota DPRD Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) ketika menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Labuhanbatu mengaku untuk pengelolaan sampah dengan tehnologi itu, pihak Pemko Bandung sudah menghasilkan Produk hukum berupa Peraturan Daerah (Perda). Dan untuk ini juga sudah ditetapkan pihak ketiga dalam pengelolaannya. “Untuk pengelolaan sampah dilandasi Perda,” jelasnya.

 

Tehnologi pengelolaan sampah itu, katanya membutuhkan luasan lokasi 25 hektar. Dimana dari luasan itu, untuk industry pengolahannya membutuhkan lahan 5 hektar dan selebihnya merupakan kawasan hijauan. Memang, menurut dia, hingga saat ini pengolahannya belum berjalan maksimal. Karena, masih terus dalam evaluasi dan kajian terkait dampak lingkungannya. Khususnya limbah yang dihasilkan. “Memang belum dioperasikan, karena masih dalam tahap kajian dan analisa terkait dampak terhadap lingkungan,” jelasnya menjawab pertanyaan Ronal Matio Siahaan, salahseorang anggota DPRD Labuhanbatu.

 

Sebab, Ronal sendiri mengaku jika aplikasi sistim itu baik, maka akan sangat baik diterapkan di Kabupaten Labuhanbatu yang saat ini masih membutuhkan lokasi dan system pengolahan sampah yang lebih baik. “Silahkan saja datang ke Pemko Bandung untuk mendapatkan teknisnya,” kata H Indon seraya menambahkan untuk soal teknisnya pihaknya kurang mengetahui secara mendetail.

 

 

H Indon sendiri mengucapkan Selamat datang ke Kota Bandung, bagi kalangan anggota DPRD Labuhanbatu. Dijelaskannya, APBD Pemko Bandung tahun anggaran 2014 ini sekitar Rp5,1 triliun, naik tajam jika dibanding tahun 2013 lalu yang masih sekitar Rp4,7 triliun. Dari 50 anggota dewan disana terdapat 33 orang yang baru dan 17 orang wakil rakyat yang lama serta dibagi dengan tujuh fraksi.

Selain itu diutarakannya, mereka baru saja dilantik Agustus lalu. Namun begitu mereka telah membuat program penataan pembangunan hingga peningkatan kinerja serta peraihan pendapatan asli daerah semakin tinggi.

 

Kota Bandung kedepan akan menuju kota teknopolis. Dimana dalam target pembangunannya menuju Bandung Kota Terpadu. Untuk itu, selain diupayakan pengelolaan sampah secara baik, juga akan dilakukan tata kelola perlalulintasan untuk meminimalisir kemacetan arus lalulinta. Serta, mempermudah rentang kendali dan hubungan antara masuarakat dengan Pemerintahan dengan memanfaatkan media social (medsos) sebagai sarana interaksi social. “Kita memanfaatkan medsos untuk interaksi antara masyarakat dengan pemerintahan. Kita terbuka, baik legislatif maupun eksecutif diantaranya telah membuat media sosial yang nantinya keluhan warga akan diketahui oleh semua pihak,” paparnya.

 

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Hj Ellya Rosa menjelaskan, kunjungan tersebut terdiri dari Komisi A dan Komisi C dan berharap kunjungan resmi hingga sharing sesama wakil rakyat bermanfaat positif terhadap pembangunan dan kesejahteraan rakyat. [jar]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up