Kurir dan Penerima 134 Kg Sabu di Medan Dituntut Mati

53
Dua terdakwa jaringan narkoba internasional yakni Abdul Kawi alias Ade, dan Syarifuddin alias Din dituntut hukuman mati. Keduanya didakwa bersalah membawa sabu seberat 134,3 kilogram dari Aceh ke Medan.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Dua terdakwa jaringan narkoba internasional yakni Abdul Kawi alias Ade, dan Syarifuddin alias Din dituntut hukuman mati. Keduanya didakwa bersalah membawa sabu seberat 134,3 kilogram dari Aceh ke Medan.

Jaksa Penuntut Umum, Mathias Iskandar dalam nota tuntutannya menyebutkan terdakwa Abdul Kawi dengan dibantu terdakwa Andi Syahputra (berkas terpisah) membawa sabu seberat ratusan kilogram itu ke Medan untuk diserahkan kepada terdakwa Syarifuddin.

“Ketiga terdakwa beserta Pon (DPO)melakukan percobaan atau pemufakatan jahat yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram,” kata Matthias Iskandar dihadapan Majelis hakim diketuI Morgan Butarbutar, di PN Medan, Kamis (25/5/2018).

Menurut JPU, sebelum barang haram tersebut disita Tim NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada Agustus 2017 terlebih dahulu mendapat informasi tentang rencana peredaran ratusan kilogram sabu tersebut. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan

“Pada 31 Agustus 2017 sekitar pukul 03.00 WIB, polisi melakukan penangkapan terhadap Syarifudin di dalam kamar nomor 8, Hotel The Green Alam Indah, Jalan Jamin Ginting Beringin, Medan Selayang

Petugas pun mengintrogasi Syarifuddin dan kemudian melakukan pengembangan ke showroom mobil UD Keluarga milik Abdul Kawi di Jalan Platina VII B No 17 Titipapan, Medan.

Tiba dilokasi, polisi melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 134,3 kilogram dari dalam mobil Nissan X-trail BK 1988 JF, Honda HRV BK 1245 BD dan Honda CRV BK 1717 EB.

Untuk mendengar nota pembelaan kedua terdakwa,sidang menarik perhatian pengunjung itu dilanjutkan Kamis mendatang. [ska]

Apa Tanggapan Anda?