Home / NEWS / Laporan Penghinaan Presiden Ditangani Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut

Laporan Penghinaan Presiden Ditangani Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Elisa Marbun menegaskan, Talitali (penutup kepala) yang dikenakan Jokowi murni untuk perayaan karnaval, bukan untuk acara adat Batak Toba.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Polda Sumatera Utara telah menunjuk penyidik yang menangani Laporan Lamsiang Sitompul terkait akun media sosial Facebook yang memperolok pakaian adat Batak yang digunakan Presdien Joko Widodo pada Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) 2016 di Balige, Kabupaten Tobasa, Minggu, 21, Agustus 2016 kemarin.

Menurut Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Rina Sari Ginting, laporan No STTLP/1094/VII/2016/SPKT III pada 23 Agustus lalu sudah sudah diteruskan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut. “Sudah diteruskan ke Ditreskrimsus untuk ditindak lanjuti,” ujar Kombes Rina Sari Ginting, Rabu (25/8/2016) siang.

Polda Sumut menunjuk penyidik dari Subdit II Ditreskrimsus yang akan menangani kasus melibatkan dua akun Facebook yang dilaporkan. Kedua akun tersebut yakni, akun Nunik Wulandari II dan akun Andi Redani Putribangsa.

Baca Juga:  Truk Peti Kemas Bawa 1 Ton Ganja Berplat BK

Kedua akun Facebook tersebut diduga telah melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan masyarakat Batak. Keduanya mengolok-ngolok Presiden saat gunakan Tali-tali yang digunakan saat menghadiri KKPDT 2016 di Balige. Apa yang dilakukan pun menjadi viral di dunia maya. Hal itu pun menjadi perbincangan dan pembahasan para netizen.

“Belum ada penangkapan, perkembangannya akan diinformasikan,” tandas Kombes Rina.

Tokoh masyarakat Batak Monang Naipospos sempat berkomentar tentang hal itu. Menurutnya topi itu memang aneh dan tidak sesuai dengan tradisi Batak. Meskipun begitu ia memberikan pembelaan terhadap Jokowi.

“Mana ada salahnya dia (Jokowi), mana tahu-tahu dia itu. Tapi orang-orang Batak yang masih mencintai leluhurnya dan tradisinya itu yang ‎mengkritik. Jokowi kan enggak tahu, dia berfikir kalau orang Batak buat begitu ya itulah yang betuk,” jelasnya.

Baca Juga:  Makam Raja-raja Simalungun Jadi Destinasi Wisata Sejarah Danau Toba

Namun Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Elisa Marbun menegaskan, Talitali (penutup kepala) yang dikenakan Jokowi  murni untuk perayaan karnaval, bukan untuk acara adat Batak Toba.

Penegasan ini sebagai jawaban atas sejumlah kritik mengenai ‘Talitali’ yang dipakai Presiden Jokowi pada  karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 di Balige, Toba Samosir, Minggu (21/8/2016) lalu.

“Kami sudah terlebih dulu melakukan konsultasi kepada tiga Penenun ulos di tanah Batak Toba yakni penenun dari Silindung, Toba dan Samosir,” ujar Elisa lewat siaran pers, Selasa (22/8/2016).

Klarifikasi lengkapnya BACA:
Kadisbudpar Sumut: “Penutup Kepala Jokowi untuk Karnaval, bukan Acara Adat Batak” [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up