Home / BISNIS / Legislator dan Pemuda Lira Sumut Kritik PT Bank Sumut Terkait NPL

Legislator dan Pemuda Lira Sumut Kritik PT Bank Sumut Terkait NPL


Kritikan terhadap PT Bank Sumut di bawah kepemimpinan Edie Rizliyanto, terus dilancarkan sejumlah pihak, mulai anggota DPRD Sumut, Muslim Simbolon hingga LIRA.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Kritikan terhadap PT Bank Sumut di bawah kepemimpinan Edie Rizliyanto, terus dilancarkan anggota DPRD Sumut, Muslim Simbolon. Legislator yang duduk di komisi C itu terus mempertanyakan buruknya kinerja jajaran Direksi PT Bank Sumut, khususnya menyangkut penyerapan anggaran untuk penyertaan modal.

“Ya, saya memang tetap menilai PT Bank Sumut tidak menjalankan tugas dengan baik, sebab penyerarapan anggaran saja tidak bisa diambil oleh Direksi PT Bank Sumut hanya karena alasan belum ada Peraturan Daerah (Perda) tentang penyertaan modal,” sesalnya saat ditemui di gedung dewan, Senin (13/2/2017).

Kredit Tidak Mampu Tumbuh
Terpisah, Ketua DPW Pemuda Lira Sumut, Ir Ahmad Ibrahim Hutasuhut mengungkapkan, bahwa restrukturisasi kredit Bank Sumut berpotensi bermasalah. Dengan demikian, hal itu juga mempengaruhi Non Performing Loan (NPL) yang juga dapat memburuk, sehingga ini menjadi signal lampu kuning untuk PT Bank Sumut.

Baca Juga:  Menuju persiapan GO Public, Bank Sumut Bersinergi Dengan BJB Menuju IPO

Menurut Ahmad, signal bermasalah dapat ditelusuri dari tidak membaiknya NPL sejak 2015 setelah Write off dan tingginya NPL UUS berdasarkan Laporan Keuangan thn 2016 (diatas 20%).

“Restrukturisasi kredit adalah terminologi keuangan yang banyak digunakan dalam perbankan, yang artinya adalah upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya,” terangnya kepada wartawan Selasa (14/2/2017).

Dia juga menjelaskan, restrukturisasi yang dilakukan antara lain melalui penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit pengurangan tunggakan bunga kredit, pengurangan tunggakan pokok kredit penambahan fasilitas kredit, konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara, dalam perbankan.

“Restrukturisasi kredit hanya dapat dilakukan terhadap debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan atau bunga kredit dan debitur memiliki prospek usaha yang baik dan mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi,” tuturnya.

Baca Juga:  Ini yang Dilakukan XL Axiata Selama Ramadhan

Jadi, lanjutnya, modus restrukrisasi yg dipaksakan berpotensi dilalukan untuk mengejar laba jangka pendek dalam rangka penghentian penyisihan CKPN.

“Jika dihubungkan dengan laba PT Bank Sumut tahun 2016  kredit tidak mampu tumbuh namun pendapatan laba bisa tercapai,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, politisi PAN Muslin Simbolon berulangkali mempertanyakan penyertaan modal Rp78 miliar yang tidak bisa dipergunakan oleh bank plat merah itu, meski anggaran tersebut sudah tercantum dalam R-APBD 2017, akibat terganjal Peraturan Daerah (Perda), sehingga penyertaan modal itu terpaksa dicantumkan lagi dalam APBD 2017.

Bahkan dalam RDP yang digelar di DPRD Sumut, Senin (6/2/2017), Muslim menuding Direksi PT Bank Sumut seharusnya malu untuk hadir karena tidak bisa menggunakan anggaran tersebut.

Selain persoalan itu, Muslim Simbolon kembali mengungkapkan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi oleh PT Bank Sumut termasuk laba maupun penurunan Non Performing Loan (NPL). [Selengkapnya Baca: Euforia Pencapaian Laba Bank Sumut Dikritik] [wan]

Terkait


Berita Terbaru