Lembaga Keuangan Jangan langsung Main Lelang Terhadap Kredit Macet

55

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Ketua Forda UKM Sumut, Sri Wahyuni Nukman meminta perbankan atau lembaga keuangan tidak langsung melelang aset atau agunan nasabah yang memanfaatkan bantuan permodalan dalam mengelola atau mengembangkan bisnisnya yang tersandung kredit macet. Karena kesulitan dalam membayarkan kewajibannya tersebut bukan karena keinginan tidak mau membayar melainkan kondisi ekonomi yang sulit.

“Kita berharap dan meminta perbankan dan lembaga keuangan, jangan langsung-langsung saja melelang agunan pelaku usaha. Karena itu sama saja dengan mematikan mereka. Jangan ketika lancar pembayarannya dipuja-puja,” ujarnya, Selasa (11/6).

Menurutnya, perbankan ataupun lembaga keuangan perlu memberikan pembinaan dan kelonggaran bagi nasabah yang kreditnya macet. Karena sebenarnya, kredit macet tersebut bukan sepenuhnya keinginan pengusaha tidak mau membayar. Akan tetapi kondisi ekonomi saat ini yang lemah menjadi pemicu, pelaku usaha kesulitan memenuhi kewajibannya.

Sri menambahkan saat ini Forda UKM Sumut sudah menerima puluhan pengaduan dari pelaku usaha yang agunannya dilelang, oleh lembaga keuangan karena tidak mampu membayar tagihan.

“Sampai sekarang, kita sudah menerima puluhan pengaduan dari pelaku UKM yang kreditnya juga macet,” ujarnya.

Rata-rata kredit macet itu sambungnya sudah berjalan satu tahun terakhir. Karena mereka sudah tidak lagi sanggup membayarkan kewajibannya.

Salah satunya, So Tjan Peng yang merupakan nasabah
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) – UlaMM Kantor Unit Medan Aksara yang asetnya yang dijadikan agunan akan dilelang.

Salah satu asetnya akan dilelang tersebut sebidang tanah di Kelurahan Sidorejo Hilir Kecamatan Medan Tembung dan sebidang tanah di Desa Sei Buluh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai.

Melaui surat pemberitahuan bernomor S-084/PNM-ULM-MDAK/IV/2019 tentang pemberitahuan pelaksanaan lelang  yang ditandatangani Kepala Kantor UlaMM unit Medan Aksara, Bambang Napitupulu, per 31 Mei 2019, sebidang tanah yang dijadikan agunan di Desa Sei Buluh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai akan dilakukan lelang pada 28 Juni 2019 mendatang.

Masih berdasarkan surat pemberitahuan yang ditandatangani  Kepala Kantor UlaMM unit Medan Aksara, Bambang Napitupulu disebutkan nasabah masih diberikan tenggang waktu untuk melunasi seluruh tunggakan kepada PT PNM (Persero) UlaMM Medan Aksara,  sebelum pelaksanaan tanggal lelang. Namun jika sampai dengan tenggang waktu tersebut, belum juga dilunasi seluruh tunggakan, maka proses pelaksanaan akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Mendapat surat pemberitahuan lelang ini, So Tjan Peng pun mengajukan keberatan terhadap lembaga keuangan tersebut untuk melakukan pembatalan lelang. Sebab langkah lelang tersebut dinilai bertentangan dengan Undang-undang Hak Tanggungan No 4 rahun 1996 yang mengharuskan hak eksekusi hak tanggungan menggunakan pasal 224 HIR/285 RBG yang mengharuskan ikut campur Pengadilan Negeri. Bukan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 93/PMK.06/2010 Yo Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 106/PMK.06/2013.

Selain itu dia juga mengaku terus berusaha untuk menjual sendiri aset tersebut, sehingga bisa membayar semua tunggakan kredit.(Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?