Lili Pintanauli Siregar- UISU Harus Kembali Raih Kejayaan

    20

    EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Wakil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintanauli Siregar SH, MH dan wakil Gubernur Sumatera Utara H Musa  Rajekshah (Ijek) sepakat Universitas Islam Sumatera Utara harus kembali bangkit dan meraih kejayaan seperti pada masa silam. Karena itu tidak boleh lagi ada gejolak di dalam tubuh UISU.

                “Mari kita tunjukkan UISU itu luar biasa,”kata Lili Pintanauli Sigera, Alumni Fakultas Hukum UISU ketika memberi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa dan sejumlah pejabat, Selasa (8/10) di kampus Jalan SM Raja Medan.

                Kehadiran Lili Pintanauli beserta sejumlah anggota legislatif Sumut dan kabupaten/kota adalah dalam rangka takassyur yang digelar UISU dengan memberi ulos dan upah-upah secara adat mandailing.

                Hadir Ketua Pembina T Hamdi Oesman Delikkan Alhaj, Ketua Umum Yayasan Prof. Dr Ismet Daniel, Rektor Dr Yanhar Jamaluddin, MAP, para Wakil Rektor, mewakili Pangdam I/BB, mewakili Kapoldasu, Ketua MUI Medan Prof. Dr Moh Hatta, dan sejumlah anggota legislatif Sumut dan Kabupaten Kota alumni UISU dan Bupati Labuhan Batu.

                Wakil Gubsu mengingatkan bahwa konflik UISU yang pernah terjadi tidak ada untungnya, bahkan merugikan bagi mahasiswa.

                “Mari kita bangun UISU jadi lebih besar ke depan dengan bergandeng tangan, tanpa konflik,”begitu kata Musa Rajekshah, alumni FISIP UISU itu ketika memberi sambutan.

                Wagubsu juga menyatakan rasa bangganya Lili terpilih selaku Wakil ketua KPK setelah melewati berbagai tahap persaingan, dan diharapkannya dapat memberi nasehat agar tidak tergelincir ke jalan yang salah dalam menjalankan roda pemerintahan Pemprovsu.

                Wagusbu juga menyatakan rasa keinginannya agar Sumut dapat lebih maju,dan  sumber daya manusia menjadi lebih baik.

                Rektor UISU Yanhar Jamaluddin menyatakan rasa bangganya bahwa pada periode ini terdapat 25 alumni UISU duduk sebagai anggota legislatif baik di Sumut maupun tingkat kabupaten/kota.

                Keberhasilan alumni menjadi motivasi dan panutan bagi para mahasiswa yang lagi belajar di UISU, ucap rektor.

                “Kami ucapkan selamat berprestasi, dan dalam menjalankan tugas mampu menjaga amanah dan nama baik UISU,”ucap Rektor.

    Yanhar berharap agar mahasiswa UISU khususnya menggunakan peluang-peluang yang ada dan selalu berkomunikasi dengan alumni. Kemudian mempelajari bagaimana kesuksesan yang mereka raih sehingga mereka betul-betul pada masanya nanti bisa seperti mereka yang sekarang ini.

    Kegiatan ini bisa menunjukkan kepada masyarakat Sumut bahwa lulusan UISU itu mampu dan lulusan UISU bisa dapat dipercaya oleh negara dan masyarakat. “Sebab dalam kesempatan ini akan memberi kilas balik bagi UISU, setidaknya kepada kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke UISU. Juga menjadikan momentum dan spirit baru bagi mahasiwa untuk mengembangan karir. Karena alumnis kita bisa mampu berkarir di nasional dan internasional,” pungkasnya seraya berkata ada sekitar 8900 mahasiswa dan 9 Fakultas serta 35 program studi di UISU

    “Harapan kami bagi alumni-alumni yang berprestasi ini jangan lupa dengan almamater juga tentu untuk berkembangnya UISU dan majunya UISU maka peran dari alumni sangat kita butuhkan. Sebab kemajuan UISU tentu ditentukan juga oleh alumni. Oleh karenanya peran dari alumni sangat dibutuhkan dan ditentukan juga oleh alumni. Makanya kita undang kontribusi alumni salah satunya Pimpinan KPK terpilih Lili Pintauli Siregar ini,” sebutnya.

    Pimpinan KPK Terpilih Lili Pintauli Siregar Mengajak Mahasiswa Lakukan Pencegahan Korupsi. Lili Pintauli Siregar, SH, MH pada kuliah umum mengatakan pencegahan korupsi berdampak untuk pembangunan ke daerah-daerah. Untuk itu bisa memulai pencegahan tersebut diperlukan kerjasama dan sinergi semua pihak

    “Sebab program kita ke depan yakni mengedepankan soal pencegahan dan bagaimana mensupervisi pemerintah-pemerintah daerah untuk bisa memulai aturan-aturan yang bisa meminimalisir terjadi proses tentang pidana korupsi. Lalu kemudian membangun zona bebas korupsi artinya dampaknya pada daerah apa, dampaknya kepada pembangunan di daerah apa, kepada masyarakat apa dan kepada birokrat apa,” katanya

    Lili mengakui materi yang  diberikan memang masih sangat umum, namun Ia berharap semua bisa saling mendukung untuk pencegahan korupsi. Terutama mendukung program-program pemerintah dan mendukung pimpinan KPK yang baru. Sebab semua ini bersinergi. Marilah bersama mulai bersama-sama untuk membuat program-program pencegahan yang sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

    Kedepannya kita meminimalisir tindak pidana korupsi yang terjadi karena sudah dimulai dengan proses pencegahan. Walaupun tidak instan namun ini berdampak jangka panjang ya untuk menaikkan indeks persepsi korupsi yang sudah direncanakan pemerintah dengan pimpinan KPK sebelumnya,” jelasnya alumni UISU di Fakultas Hukum jenjang S1 dan S2. (Mahbubah Lubis)

    Apa Tanggapan Anda?