Home / NEWS / Lima Hal Dibalik Penetapan Tersangka Gatot yang Jarang Diketahui Publik

Lima Hal Dibalik Penetapan Tersangka Gatot yang Jarang Diketahui Publik


Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti saat tiba di Gedung KPK, Senin (27/7/2015). Keduanya berjalan terpisah saat turun dari mobil Innova yang membawa mereka.

MEDAN| Babak baru kasus suap hakim PTUN Medan memunculkan tersangka baru, yakni Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan status pasutri tersebut ditengarai karena memiliki tiga peran penting dalam kasus suap hakim PTUN Medan.

Berangkat dari peran keduanya itu, maka KPK mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik), sekaligus penetapan Gubernur Gatot dan Evy sebagai tersangka. Sprindik tersebut terbit pada Selasa (28/7/2015) kemarin, hanya beberapa jam penyidik memeriksa keduanya.

KPK menjerat keduanya dengan pasal pemberian suap dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. KPK telah mengantongi bukti kuat untuk menetapkan Gatot dan Evy sebagai tersangka.

Setidaknya ada lima hal yang jarang diketahui publik terkait penetapan Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka. Berikut diantaranya.

1. Inisator Gugatan ke PTUN

Laman berita detik.com menyebutkan, Gatot dan Evy memiliki peran di posisi ujung paling awal kasus ini. Keduanya adalah inisiator dilayangkannya gugatan ke PTUN Medan atas penyelidikan yang dilakukan Kejagung terhadap penggunaan dana bansos di Pemprov Sumut.

Gatot meminta Bendum Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis untuk mengajukan gugatan ke PTUN Medan. Gugatan itu dikabulkan hakim PTUN yang menyatakan penyelidikan tidak sah.

Ahmad Fuad Lubis mengaku mendapat rekomendasi dari Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho untuk menggunakan jasa pengacara OC Kaligis dalam perkara dugaan korupsi bantuan sosial di PTUN Medan.

Baca Juga:  Usai Didemo Pelajar MAN 2 Medan, Ban Mobil Dinas Kakanwil Kemenag Sumut Kempes dan Tergores

Namun Fuad menyebut dirinya hanya memberikan kuasa tanpa tahu bagaimana proses persidangan yang berlangsung. Fuad juga mengaku tidak tahu tentang aliran dana dan penyuapan dalam penanganan sidang di PTUN itu.

“Yang terjadi adalah pada saat pemanggilan di Kejaksaan Agung di mana Gubernur langsung perintahkan datang ke kantor OCK. Pak Fuad dikenalkan Gerry kepada Bu Evy. Pas datang ke kantor OCK, Pak Fuad nggak kenal bu Evy,” ujar pengacara Fuad, Zulkifli Nasution usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan HR Rasuna Sahid, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2015) malam.

2. Sumber Uang

Selain sebagai inisiator diajuakannya gugatan, Gatot juga merupakan penyedia dana lawyer fee dan juga diduga uang suap untuk tiga hakim PTUN Medan.

Informasi yang didapat dari internal KPK, Selasa (28/7/2015), beberapa saksi yang telah diperiksa KPK memang menyebut nama Gatot dan Evy sebagai sumber pendanaan suap. Alat-alat bukti yang dipunyai KPK, salah satunya rekaman sadapan telepon juga mengarah kuat ke Gatot dan Evy sebagai otak suap.

“Hasil ekspose (pada rapim dan tim lengkap) progress kasus OTT hakim PTUN, maka KPK per hari ini akan menerbitkan sprindik dengan menetapkan Gubernur Sumut, GPN dan ES (istri keduanya) sebagai tersangka,” kata Plt Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji.

Jika dilihat dari pasal yang dijeratkan ke Gatot dan Evy, KPK memang menyangka bahwa pasangan suami istri itu sebagai pihak pemberi suap. Gatot melalui Evy diduga memberikan uang kepada OC Kaligis yang kemudian diteruskan kepada Hakim PTUN Medan guna mengatur putusan terkait pembatalan penyidikan kasus korupsi Bansos Sumut yang tengah ditangani Kejati Sumut.

Baca Juga:  KPK Periksa Lidya Magdini, Istri Ketua DPRD Sumut Ajib Shah

3. Fasilitator

Tak hanya itu saja, Gatot dan Evy juga menjadi fasilitator tim OC Kaligis tiap kali ke Medan. Bahkan, pihak Gerry menyebut, Gatot dan Evy menyediakan mobil untuk Kaligis yang untuk menemui hakim PTUN Medan.

“Gerry menyampaikan pada saat tanggal 5 itu, Gerry, OC Kaligis dan Endah ke Medan. Mereka menggunakan mobil Alphard milik Gubernur itu,” ujar pengacara Gerry, Haeruddin Massaro, dalam perbincangan, Selasa (28/7/2015).

Dalam pertemuan pada 5 Juli di kantor PTUN Medan itu, Gerry menyebut OC Kaligis memerintahkan kepada Endah yang merupakan sekretarisnya agar membawa dua buah buku. Kaligis memerintahkan langsung Gerry untuk menyerahkan ‘buku’ ke hakim Dermawan Ginting. Gerry mengaku tak kuasa menolak perintah sang bos.

Pertemuan itu berlanjut dengan penyerahan uang pada Kamis 9 Juli. Dalam pertemuan itu, Gerry menyerahkan uang lagi kepada tiga hakim PTUN Medan. Seusai pemberian Gerry diangkut penyidik KPK.

4. Ikuti Jejak Gubernur Syamsul Arifin

Penetapan Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka, mengulang siklus Gubernur Sumatera Utara sebagai tersangka. Sebelumnya pada April 2010 lalu, KPK juga menetapkan Gubernur Syamsul Arifin sebagai tersangka dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Langkat tahun 2000-2007. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 31 miliar.

Baca Juga:  Rompi Oranye, Senjata Gatot untuk Menyerang Balik

Gatot Pujo Nugroho saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur, kemudian diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur dan defenitif sebagai Gubernur Sumatera Utara pada 28 Maret 2013.

5. Cinta Segitiga

Gatot Pujo Nugoroho selama ini menutupi fakta pernikahannya dengan Evy Susanti sebagai istri kedua. Kenyataan itu akhirnya terungkap saat Gatot diperiksa KPK selama 11 jam pada Rabu (22/7/2015) lalu. Gatot pun mengakui dan menjelaskan kepada KPK.

Pengacara Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Razman Arif Nasution menyebutkan, Istri pertama Gatot, Sutias Handayani pun menyetujui pernikahan itu. “Ibu Evy adalah istri yang sah, ada buku nikah. Istri pertamanya tahu dan ada persetujuannya,” kata Razman.

Menurut Razman, kisah cinta segitiga itu berawal saat Gatot bertemu Evy tahun 2009 lalu. Namun Razman mengaku lupa persisnya kapan Evy dan Gatot menikah. Yang pasti, keduanya berkenalan pada tahun 2009. “Berkenalan di suatu acara tahun 2009. Kalau tidak salah menikah 2 tahun yang lalu. Itu yang saya dengar, tapi belum saya konfirmasi,” ucapnya.

Evy disebut kelahiran pada tahun 1970-an. Razman mengungkapkan bahwa keduanya belum dikaruniai anak. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up