Home / SUMUT / Luas Kawasan Hutan di Sumut Berdasarkan SK Menhut No.579/2014

Luas Kawasan Hutan di Sumut Berdasarkan SK Menhut No.579/2014


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bersama Wagubsu HT Erry Nuradi, anggota DPD RI Parlindungan Purba dan Kajatisu M Yusni di restoran Garuda Jl. Pattimura Medan, Senin (11/5/2015) malam.

MEDAN| Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.579/2014 yang merevisi SK No.44/2005
tentang Kawasan Hutan Provinsi Sumut, menetapkan kawasan hutan di Sumut mencapai 3,05 juta hektare.

Berdasarkan fungsinya, SK menetapkan kawasan suaka alam 427.008 hektare, kawasan hutan lindung 1,2 juta hektare, hutan produksi terbatas 641.769 hektare, hutan produksi 704.452 hektare dan hutan produksi yang dapat dikonversi yakni 75.684 hektare.

Sementara untuk area perkebunan kelapa sawit di Sumut telah mencapai 1,2 juta hektare atau 24,9% dari seluruh wilayah Sumut. Adapun, produksi crude palm oil (CPO) per tahun mencapai 3 juta ton.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berharap, Menteri Kehutanan dapat melepaskan 1.295.000 hektare lahan yang diajukan Pemprovsu.

“Karena baru 700.000 hektare lahan hutan di Provinsi Sumatera Utara yang dilepas. Itupun jika 21.000 hektare lebih lahan hutan yang saat ini sedang dikaji, disetujui DPR,” ujar Erry.

Baca Juga:  Andrian Aritonang FAIZ Racing Team Binjai Juara Umum Open Binjai New Year Road Race 2020

Erry bilang, pengusulan pelepasan tersebut bottom up. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut masih kecewa karena banyak area yang sudah mendapatkan sertifikat, tapi masih masuk ke SK.

Sejauh ini, lanjut Erry, perkebunan kelapa sawit menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Sumut. Tak hanya dari produksi kelapa sawit dan hasil olahannya seperti CPO, tetapi juga penyerapan tenaga kerja. Sumut, lanjutnya, merupakan provinsi kedua terbesar penghasil komoditas ini setelah Riau.

“Sumut tentu sangat berkepentingan terhadap komoditas dan industri kelapa sawit. Sudah berapa banyak devisa per tahun yang dihasilkan dari kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit di Sumut telah jauh-jauh hari sebelum kemerdekaan Indonesia ada yakni pada 1911 di Puloraja dan Tanah Itam,” jelas Erry.

Kendati demikian, Erry berharap para pengusaha kelapa sawit Sumut dapat memanfaatkan tambahan lahan hutan produksi yang dapat dikonversi berdasarkan SK tersebut. Sebelumnya, total luas lahan HPK berdasarkan SK No.44/2005 hanya 52.760 hektare.

Baca Juga:  Belasan Siswa SMP dan Guru di Nisel Korban Pelecehan Kepsek

Dalam kesempatan itu, menteri berpedoman pada peraturan yang berlaku dan pasti melakukan hal terbaik demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up