Mabes Polri Tangkap Bobby Siregar, Admin Muslim Cyber Army di Sumut

390
Bobby Gustiono, ditangkap tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan konten hoaks, Minggu (4/3/2018) siang pukul 12.30 WIB. [edisiMedan.com/Polres Sergai]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Bobby Gustiono alias Bobby Siregar, ditangkap tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan personil Polsek Dolok Masihul Polres Serdang Bedagai Polda Sumatera Utara, atas dugaan admin Muslim Cyber Army di Sumut, Minggu (4/3/2018) siang pukul 12.30 WIB.

Bobby Gustiono, warga Kabupaten Serdangbegadai itu, disebut sebagai admin dari sejumlah grup milik Muslim Cyber Army dan anggota grup inti, The Family MCA.

Bobby ditetapkan sebagai tersangka menyebarkan ujaran kebencian dan konten hoaks di dua akun facebook miliknya atasnama Bobby Agustiono dan Bobby Siregar.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menyebutkan, tersangka ditangkap di kediamannya di Kelurahan Aras Panjang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara.

Dari tangan pelaku, tim menyita barang bukti dua buah ponsel beserta SIM card. Dari perangkat yang disita, petugas menemukan sejumlah konten ujaran kebencian dalam berbagai bentuk untuk disebarkan di media sosial

“Barang bukti yang disita dari tersangka 1 buah HP Lenovo, 1 buah HP Asus, dan 1 KTP atas nama Bobby Agustiono,” ujar Fadil, kepada wartawan, Senin (5/2/2018).

Bobby Gustiono alias Bobby Siregar

Menurut Fadil, Bobby ditangkap saat akan menghilangkan barang bukti ketika mengetahui adanya petugas yang akan menangkapnya. Pria berusia 35 tahun itu merupakan pemilik akun Facebook bernama Bobby Gustiono dan Bobby Siregar.

Fadil juga bilang, Bobby kerap membagikan konten hoaks, ujaran kebencian, dan diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ke grup Facebook yang dia ikuti.

“Dia mengikuti lebih dari 50 group FB,” kata Fadil.

Atas perbuatannya, Bobby terancam Pasal 45A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 207 KUHP Penghinaan terhadap Penguasa atau Badan Umum.

Sebelumnya, polisi telah menangkap enam admin MCA, yakni Muhammad Luth (40) di Tanjung Priok, Rizki Surya Dharma (35) di Pangkal Pinang, Ramdani Saputra (39) di Bali, Yuspiadin (24) di Sumedang, Roni Sutrisno di Palu, dan Tara Arsih di Yogyakarta.

Konten-konten yang disebarkan pelaku meliputi isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia, penculikan ulama, dan mencemarkan nama baik presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu.

Konten yang disebarkan termasuk menyebarkan isu bohong soal penganiayaan pemuka agama dan perusakan tempat ibadah yang ramai belakangan. Tak hanya itu, pelaku juga menyebarkan konten berisi virus pada orang atau kelompok lawan yang berakibat dapat merusak perangkat elektronik bagi penerima. [ded|bbs]

Apa Tanggapan Anda?