Home / NEWSSUMUT / Mafia Penyelundup Pakaian Bekas Serang Kapal Patroli Bea Cukai Tanjungbalai

Mafia Penyelundup Pakaian Bekas Serang Kapal Patroli Bea Cukai Tanjungbalai


[embed]https://youtu.be/pycpidkvkKw[/embed]EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Ratusan massa yang diduga orang suruhan penyelundupkan pakaian bekas alias monja (ballpres) dari Portklang Malaysia, menyerang kapal petugas Bea dan Cukai Tanjungbalai, Sumatera Utara. Bahkan massa nyaris membakar kapal petugas.Peristiwa ini terjadi, Minggu dinihari kemarin, (15/5/2016) di kawasan perairan Asahan. Saat itu, petugas Bea dan Cukai Tanjungbelawan, melakukan patroli dan menahan satu kapal yang mengangkut 50 ton pakaian bekas.Tak lama usai penangkapan di tengah laut itu, mafia pakaian bekas mengerahkan enam kapal lainnya dan menyerang petugas.Dari video dokumentasi yang merekam aksi penyerangan kapal patroli Bea dan Cukai Tanjungbalai itu terlihat massa mempersenjatai diri dengan senjata tajam, obor dan parang. Kapal petugas dilempari dengan petasan, bom molotof, dan senjata tajam.Menurut Kasi Penindakan dan Penyelidikan Bea Cukai Tanjungbalai, Muhammad Firdaus, perlawan terhadap petugas itu setelah bea pihaknya berhasil menangkap satu kapal yang membawa ratusan karung pakaian bekas impor."Kapal berhasil ditangkap berikut 21 orang yang berada di dalamnya, saat ini dibawa ke kantor bea cukai belawan untuk proses penyidikan," ujar Firdaus kepada wartawan, Selasa (17/5/2016).  BACA HALAMAN SELANJUTNYA --> Dikatakannya, hingga saat ini aksi penyelundupan barang ilegal melalui perairan Asahan dan Tanjungbalai, masih kerap terjadi."Untuk memuluskan aksinya, biasanya para penyelundup membayar orang untuk mengawal kapal pembawa barang selundupan," imbuhnya.Firdaus lantas menjelaskan kronologis penyerangan tersebut. Berawal saat kapal patroli Bea Cukai melihat ada kapal penyelundup, kemudian dilakukan pengejaran. Kapal tersebut lantas berhasil diamankan bersama 21 orang anak kapal.Setelah melakukan penangkapan tersebut, tiba-tiba masuk lagi secara beriringan sekitar 6 kapal, dengan puluhan massa di atas kapal."Mereka menyalakan obor. Sepanjang palka isinya massa, bahkan ada yang berdiri di atas rumah kapal, kemudian mereka melempari kami dengan petasan sehingga akhirnya berhasil mendekat. Dengan jarak dekat, kami berusaha untuk membuat mereka patuh, namun tidak dindahkan," beber Firdaus.Menurut pihak bea dan cukai, akibat penyelundupan ballpress yang dilakukan mafia dan massa bayaran itu, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.Firdaus berharap, pemerintah bisa segera merealisasikan bantuan kepada Bea Cukai Tanjungbalai dalam pengadaan kapal cepat dan fasilitas pendukung lainnya. [bey]

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Ratusan massa yang diduga orang suruhan penyelundupkan pakaian bekas alias monja (ballpres) dari Portklang Malaysia, menyerang kapal petugas Bea dan Cukai Tanjungbalai, Sumatera Utara. Bahkan massa nyaris membakar kapal petugas.

Peristiwa ini terjadi, Minggu dinihari kemarin, (15/5/2016) di kawasan perairan Asahan. Saat itu, petugas Bea dan Cukai Tanjungbelawan, melakukan patroli dan menahan satu kapal yang mengangkut 50 ton pakaian bekas.

Tak lama usai penangkapan di tengah laut itu, mafia pakaian bekas mengerahkan enam kapal lainnya dan menyerang petugas.

Dari video dokumentasi yang merekam aksi penyerangan kapal patroli Bea dan Cukai Tanjungbalai itu terlihat massa mempersenjatai diri dengan senjata tajam, obor dan parang. Kapal petugas dilempari dengan petasan, bom molotof, dan senjata tajam.

Menurut Kasi Penindakan dan Penyelidikan Bea Cukai Tanjungbalai, Muhammad Firdaus, perlawan terhadap petugas itu setelah bea pihaknya berhasil menangkap satu kapal yang membawa ratusan karung pakaian bekas impor.

Baca Juga:  Ibu Jual Keperawanan Anaknya Rp 5 Juta, Bahkan Ajari Cara Berhubungan Intim

“Kapal berhasil ditangkap berikut 21 orang yang berada di dalamnya, saat ini dibawa ke kantor bea cukai belawan untuk proses penyidikan,” ujar Firdaus kepada wartawan, Selasa (17/5/2016).  BACA HALAMAN SELANJUTNYA –>

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up