Home / / Makam Raja-raja Simalungun Jadi Destinasi Wisata Sejarah Danau Toba

Makam Raja-raja Simalungun Jadi Destinasi Wisata Sejarah Danau Toba


Bupati Simalungun JR Saragih saat meninjau lokasi wisata Pantai Bebas, Danau Toba belum lama ini. Pantai bebas di Danau Toba merupakan hasil kreasi dari JR Saragih. [foto: istimewa]

EDISIMEDAN.com, SIMALUNGUN – Bupati Simalungun JR Saragih melakukan gebrakan semangat baru Sumatera Utara di masa pemerintahannya dengan mempercantik Danau Toba.

Guna menambah daya tarik wisatawan lebih banyak, pihak pemerintahan Kabupaten Simalungun melalui tangan dingin JR Saragih akan melakukan perubahan terhadap makam raja-raja yang ada di Kabupaten Simalungun.

Di mana, terdapat tujuh makam raja sehingga nantinya akan menjadi daya tarik wisata sejarah buat wisatawan sebelum menuju ke Danau Toba.

Ada pun tujuh makan raja di Simalungun yakni di Kecamatan Raya makam Raja Tn Rondahaim Saragih Garingging, di Kecamatan Panombeian Panei Makam Raja Pane Tn Bosar Sumalam Purba Dasuha.

Sementara di Kecamatan Purba makam Raja Purba Pakpak, di Kecamatan Silimakuta makam raja Girsang, di Kecamatan Dolok Silou makam Raja Purba Tambak dan di Bengkalis Provinsi Riau makam raja Sangnaualuh Damanik, dan terakhir di Kecamatan Tanah Jawa terdapat makam Raja Tanoh Jawa marga Sinaga.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun Resman H Saragih menuturkan, perubahan pada destinasi wisata Danau Toba 2017 ini bagian dari amanat Presiden Jokowi dalam mengembangkan 10 destinasi prioritas di Indonesia.

Baca Juga:  Dibantu JR Saragih, Bocah 4 Tahun Pengidap Hidrosifalus Bisa Berdiri

“Untuk melakukan perubahan pada Danau Toba yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun, maka dana yang dikeluarkan sebesar Rp40 miliar. Ketika dana dari APBD turun maka langsung dikerjakan, terlebih pembenahan di Danau Toba ini harus selesai hingga akhir 2017,” ucapnya di Simalungun, Kamis (15/2/2017).

Diakuinya, jumlah Rp40 miliar akan dibagi menjadi dua bagian. Di mana, untuk bagian yang pertama adalah pembangunan sarana pariwisata di Danau Toba di wilayah Kabupaten Simalungun. Pembangunan ini akan menghabiskan sekitar 80 persen, sedangkan 20 persen digunakan untuk pembenahan di sekitaran Danau Toba.

“Ada beberapa titik yang akan dibenahi, pertama kita akan membangun taman bermain. Letaknya akan berada persis di depan Hotel Atsari, Parapat. Kemudian, pembenahan kedua bakal dilakukan di Pantai Kasih Parapat. Pantai di Tigaraja juga akan dipercantik baik dari segi penataan yang sudah ada termasuk di bagian pasirnya. Selanjutnya, melakukan pembenahan di shelter-shelter (tempat istirahat-red) khususnya di Tigaras,” paparnya lagi.

Baca Juga:  Legalisir Fotocopy Ijazah SMA JR Saragih Kembali Dipermasalahkan

Guna menambah daya tarik wisatawan lebih banyak, pihak pemerintahan Kabupaten Simalungun melalui tangan dingin JR Saragih akan membangun dermaga Marina sehingga wisatawan yang datang ke Danau Toba bukan saja dari sekitaran Simalungun saja.

“Selain taman, di sekitaran penginapan yang ada di Parapat maka kami akan membangun dermaga marina sehingga memudahkan wisatawan yang datang dari Samosir, Tobasa, Dairi, hingga Tarutung dengan mudah menikmati Danau Toba,” tegasnya.

Untuk memperindah Danau Toba, pemerintah Kabupaten Simalungun bakal membangun tempat wisata terbaru yang diperuntukkan buat anak-anak. Letaknya berada di Kelurahan Girsang, untuk luasnya tempat wisata terbaru ini akan berada di atas lahan tanah 14 heltar.

Di tempat wisata yang baru ini akan memiliki camping ground, wisata edukasi, wisata air hingga kolam renang sekaligus.

Menurut Bupati Simalungun JR Saragih, pembenahan sarana dan prasarana di Toba Simalungun bakal melibatkan para tokoh masyarakat adat, pelaku pariwisata. Pasalnya, hal ini dimaksudkan agar wisatawan bisa nyaman berwisata.

Baca Juga:  Upacara Penutupan TMMD Ke-79 Dilakukan di Kabupaten Simalungun

“Tahun 2017 ini kita terus bergerak cepat untuk mendatangkan wisatawan lebih banyak khususnya ke Toba Simalungun. Apalagi, dalam melakukan pembenahan di Danau Toba bukan saja pekerjaan Kabupaten Simalungun melainkan terdapat beberapa kabupaten lainnya. Kenapa saya melakukan pembenahan di Danau Toba? Karena saya ingin menjadikan wisatawan lebih lama saat datang ke Danau Toba melalui Kabupaten Simalungun,” paparnya lagi.

JR Saragih menambahkan ini akan memperkaya kuliner khas Sumatera Utara untuk disuguhkan di kawasan Danau Toba, selain itu faktor kebersihan menjadi perhatian utama dalam melakukan pembenahan di destinasi wisata prioritas tersebut.

“Destinasi wisata harus bersih dan itu tidak ada toleransi lagi, karena bagi saya kebersihan sangat penting. Kekayaan Sumatera Utara juga harus terlihat di Danau Toba mulai dari kuliner, souvenir, hingga budaya seperti tari-tarian serta pakaian adat harus ditampilkan,” pungkas JR Saragih. [ftr]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up