MAMI dan MES Kembangkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Syariah

    44
    Director & Chief of Legal, Risk and Compliance Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Justitia Tripurwasani (kiri) bersama Friderica Widyasari Dewi, Ketua II Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jumat (20/4/2018 di Jakarta, saat penandatanganan kerja sama mengembangkan industri pasar modal syariah di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong tingkat penggunaan produk-produk pasar modal syariah dan dapat menghindarkan masyarakat dari investasi bodong. [edisiMedan.com/Jakarta]

    EDISIMEDAN.com, JAKARTA – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dan Masyarakat EkonomiSyariah (MES), melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama untuk mengembangkan industri pasar modal syariah di Indonesia.

    Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama antara MAMI dan MES untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk-produk pasar modal yang pengelolaannya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

    Salah satu tindak lanjut dari perjanjian kerjasama ini, MES dan MAMI mengadakan kegiatan literasi dan inklusi pasar modal syariah untuk pertama kalinya.

    Selain itu, dengan kerjasama ini diharapkan dapat mendorong tingkat penggunaan produk-produk pasar modal syariah dan dapat menghindarkan masyarakat dari investasi bodong.

    Menurut Justitia Tripurwasani, Director & Chief of Legal, Risk, and Compliance Officer MAMI yang sekaligus menjabat sebagai Ketua UPIS (Unit Pengelolaan Investasi Syariah) MAMI, Indonesia memiliki populasi muslim yang sangat besar, yaitu sekitar 87 persen.

    Seiring dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat, sehingga secara perlahan mulai muncul kebutuhan untuk menyimpan maupun mengembangkan dananya di produk-produk yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

    “Namun sayangnya, karena minimnya tingkat pengetahuan finansial, masih ada saja anggota masyarakat kita yang terjebak investasi bodong, yang terkadang berkedok agama. Menghadapi kenyataan ini, kami menggandeng MES. Melalui kerja sama ini, kami harap masyarakat di lingkungan MES dan masyarakat umum dapat terhindar dari investasi bodong,” ujar Justitia Tripurwasani dalam keterangan persnya.

    Selain itu, sambung Justitia Tripurwasani, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK), tingkat literasi pasar modal syariah di Indonesia sangat rendah, hanya 0,02% dan tingkat inklusi/penggunaannya hanya 0,01%.

    “Kerja sama ini merupakan salah satu bentuk upaya kami untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal syariah. Lebih jauh lagi, kamipun berharap agar tingkat penggunaan produk pasar modal syariah, terutama reksa dana syariah, dapat meningkat. Reksa dana syariah merupakan produk investasi di pasar modal yang aman, terjangkau, dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, cukup dengan dana investasi minimum Rp10 ribu,“ imbuh Justitia.

    Sementaqra itu, Friderica Widyasari Dewi, Ketua II Pengurus Pusat MES menyambut baik kerjasama tersebut karena berkontribusi aktif mendorong ekonomi dan keuangan syariah khususnya pasar modal syariah di Indonesia. [ded]

    Apa Tanggapan Anda?