MAN 2 Deli Serdang Sambut Ramadhan Potong Seekor Lembu

40

EDISIMEDAN.COM, DELISERDANG: Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu. Meugang adalah tradisi menyembelih kurban berupa kambing atau sapi (lembu) dan dilaksanakan setahun tiga kali, yakni Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri. Hal ini pulala yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah Negeri 2 Deli Serdang. Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah MAN 2 Deli Serdang yang dipimpin oleh Burhanuddin Harahap ini pada Sabtu (4/5/2019) melakukan penyembelihan satu ekor lembu di lingkungan sekolah tersebut.

“Menyembelih lembu menyambut ramadhan memang setiap tahun kita lakukan, ini sudah menjadi satu budaya bagi kita begitu juga dengan bagi umat Islam lainnya,” jelas Burhanuddin Harahap selaku Kepala Sekolah MAN 2 Deli Serdang.

Penyembelihan lembu yang dilaksanakan pada pagi hari secara bergotong-royong itu menghasilkan 120 kg dan dibagikan kepada seluruh guru, dan teman-teman sejawat Man 2 Lubuk Pakam itu.

“Menjelang puasa itu selalu membeli daging di pasar-pasar tradisional, sementara daging yang di pasar itu belum tentu kondisinya baik, tidak tau kapan dipotong, kapan disembelih atau sudah berhari sehingga kurang segar jadi mengantisipasi itu supaya sehat semua warga Man 2 Lubuk Pakam Deli Serdang ini maka dilakukanlah pemotongan lembu Dan ini saya harapkan menjadi motivasi kepada seluruh guru-guru sebagai kebersamaan yang tinggi sehingga terjalinlah ukhuwah islamiah,” ungkapnya.

Dikatakan Burhanuddin yang akrab disapa pak Burhan ini bahwa tradisi ini dilaksanakan juga diharapkannya sebagai pembelajaran bagi semuanya. “Pembelajaran itu bukanlah harus di dalam kelas, dengan makan bersama kemudian memotong motong dagingnya bersama memasaknya bersama itu adalah satu cara untuk mendekatkan kebersamaan sehingga proses pembelajaran itu menjadi baik,” tegasnya.

Dikesempatan itu ia juga mengatakan Meugang yang dilaksanakan juga bertepatan angkatan ke-3 program Tahfidzul Quran 10 hari untuk menghafal 2 juz sedang berlangsung hingga Minggu sehingga dilaksakan juga saat itu makan bersama dengan para siswa yang mengikuti program tahfidzul Qur’an.

“Yang paling membahagiakan saya bahwa program tahfidzul Qur’an itu diikuti oleh kelas 12 yang sudah lulus mereka masih mau belajar disini sehingga apa yang kita lakukan pada hari ini mudah-mudahan membawa berkah dan semua sudah diberikan jatah daging nya masing-masing untuk dinikmati bersama sekitar 1 kilo dagingnya tambah dengan tulang sop dan lain-lain,” katanya lagi

Sementara itu, dikatakanya di bulan ramadhan tidak ada libur. Libur hanya berlangsung saat menyambut Ramadhan selama 3 hari kemudian para siswa masuk kembali dan belajar seperti biasa. Kemudian menjelang hari raya idul Fitri akan libur selama 4 hari.(Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?