Mandiri Salurkan Kredit Rp1,4 M untuk Petani Kopi

32
PEMBUKAAN: Pejabat Eksekutif Retail Banking Bank Mandiri, Donsuwan Simatupang didampingi Regional CEO I Sumatera 1 Bank Mandiri, H R Parlindungan Hutahaean dan Kadis Perindag Kota Medan saat membuka Acara Pesta Kopi Mandiri di Medan (26/8/2018). [edisiMedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Bank Mandiri bukan hanya ikut mengembangkan usaha kedai kopi tradisional maupun dengan konsep modern tapi juga mendorong para petani kopi meningkatkan produktivitas komoditas andalan ekspor ini di daerah.

“Untuk menggairahkan petani kopi, kami telah memberikan fasilitas kredit kepada petani,” kata HR Parlindungan Hutahaean- Regional CEO I Sumatera 1 saat menjadi pembicara pada “Pesta Kopi Mandiri” di Medan, Sabtu (25/8/2018).

Kegiatan bertema “Pesta Kopi Nusantara” yang diikuti sekitar 30 usaha kedai kopi lokal, Jakarta dan Palembang.di Medan selama dua hari itu sebagai salah satu rangkaian event yang sudah dilaksanakan di Pontianak, Surabaya dan selanjutnya di Jakarta.

Dia menyebutkan hingga akhir Juni 2018, kredit yang disalurkan kepada petani di Sumatera Utara mencapai Rp1,4 miliar. Sedangkan untuk coffee shops sebesar Rp1 miliar.

“Pihaknya juga ikut mengembangkan usaha pariwisata,” ujarnya.

Pembicara lain yang membahas tentang kopi yaitu M Gumilang-SVP Consumer Deposits, Willy-ABCD School of Coffee dan Mursada-Sada Coffee.

Sementara itu Donsuwan Simatupang, Direktur Retail Banking Bank Mandiri mengatakan kopi Indonesia yang memiliki kualitas tinggi dan digandrungi dunia banyak diolah di luar negeri kemudian dikirim kembali ke Indonesia.

“Karena itu Mandiri akan masuk ke level bawah yaitu ke petani kopi untuk mengedukasi mereka bagaimana memilih bibit unggul serta roasting atau salah satu proses penting yang akan mempengaruhi kualitas aroma dan rasa dari kopi.

Sebelumnya Walikota Medan, Dzulmi Eldin diwakili Kadis Perindag Medan, Syarif Armansyah SH dalam sambutannya, mengakui semakin menjamurnya kedai kopi di kota Medan. Berbagai jenis kopi nusantara terdapat di daerah ini dengan rasa khas tersendiri.

“Karena itu sudah saatnya dikembangkan secara terus menerus melalui berbagai kegiatan untuk memajukan usaha kedai kopi dan petani kopi. Seperti Pesta Kopi Nusantara yang dilaksanakan Bank Mandiri. Ini suatu hal menggembirakan bagi penikmat kopi atau pecinta kopi,” katanya.

Sayangnya kata walikota, saat ini petani masih meyerahkan proses pengolahan kopi kepada pihak lain. Padahal komoditas ini memiliki nilai tambah. Karena itu petani diharapkan mampu mengolah sendiri untuk menjaga eksistensi sebagai petani profesional dalam bidangnya.

“Menurut Prof Hamdani Harahap, di Medan baru 32 persen pecinta kopi dan ke depan bisa mencapai 50 persen pecinta kopi. Kita juga akan melakukan satu lokalisasi kedai kopi di Kualanamu. Pada 2019 sudah tersedia dana di APBD untuk menggelar pameran kopi di Medan,” jelas walikota. [fur]

Apa Tanggapan Anda?