Home / NEWS / Mantan Cagub Sumut Ini Jadi Saksi Sidang Korupsi E-KTP untuk Setnov

Mantan Cagub Sumut Ini Jadi Saksi Sidang Korupsi E-KTP untuk Setnov


Chairuman-Harahap-Bersaksi-di-Sidang-EKTP untuk terdakwa Setya Novanto, Kamis (1/2/2018). [edisimedan.com/breakingnews]

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Mantan calon Gubernur Sumatera Utara Chairuman Harahap menjadi saksi dalam persidangan untuk terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Dalam persidangan, Chairuman dicecar hakim dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua Komisi II DPR.

Dalam keterangannya, Chairuman Harahap mengaku pernah menangani proyek e-ktp bersama kementrian dalam negeri pada tahun 2010. Ia juga mengaku kenal dengan Irman, Sugiharto serta Diah Anggarini dan Andi Agustinus.

Namun kepada majelis hakim, Chairuman membantah menerima uang dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP sebesar 584.000 dollar AS dan Rp 26 miliar, seperti tuduhan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto dalam surat dakwaannya.

Dia juga membantah meminta uang kepada pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kepentingan reses anggota DPR.

Baca Juga:  Hakim Batalkan Status Tersangka Korupsi E-KTP Setya Novanto

Awalnya Ketua Majelis Hakim Yanto mengkonfirmasi keterangan mantan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemdagri Irman yang mengaku pernah ditanya soal uang untuk reses anggota DPR oleh Chairuman.

Namun Irman meminta Chairuman menanyakan langsung pada pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong yang juga menjadi terdakwa dalam perkara ini.

BACA JUGA

“Tidak benar yang mulia. Dari dakwaan Irman, kejadiannya Mei, kami tidak ada reses bulan Mei atau Juni,” ujar Chairuman.

Ia juga mengaku tak tahu soal pembagian fee lima persen bagi Kemdagri maupun anggota DPR. Menurutnya, tak ada masalah berarti saat pembahasan proyek tersebut. Pembahasan proyek e-KTP dinilai telah sesuai dengan apa yang diajukan oleh Kemendagri.

Lebih lanjut Chairuman mengatakan, proyek e-KTP sangat penting untuk kepentingan pemilu dan pemilihan kepala daerah.

Baca Juga:  76 Persen Penduduk Labuhanbatu Sudah Merekam Data E-KTP

“Kalau sumber datanya satu akan lebih akurat. Makanya kami minta Kemendagri serius tangani ini,” ucapnya.

Dari keterangan Irman dalam persidangan terdahulu, uang untuk kepentingan reses ini akhirnya diminta oleh politikus Hanura Miryam S Haruani.

Irman pun mengarahkan Sugiharto selaku bawahannya di Kemdagri untuk memberikan uang pada Miryam.

Sugiharto pun mengantarkan uang yang diminta ke rumah Miryam di kawasan Tanjung Barat, Jakarta, sebanyak tiga kali, masing-masing sejumlah US$500 ribu, US$100 ribu, dan Rp5 miliar.

Diketahui, Chairuman Harahap mantan Kajati Sumut yang beralih menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar. Setelah pensiun dia berpasangan dengan Fadly Nurzal yang juga Ketua PPP Sumut dan anggota DPRD Sumut sebagai Cagubsu periode 2013-2018.

Di Pilgubsu 2013-2018 itu, KPU tetapkan lima pasang calon yang bersaing menuju Sumut satu. Selain Chairuman-Fadly Nurzal, ada juga pasangan Amri Tambunan- RE Nainggolan (Partai Demokrat), kemudian pasangan Gus Irawan Pasaribu dengan Soekirman yang didukung PAN, Gerindra, PBR dan PBB.

Baca Juga:  Sambut Idul Fitri, Terkelin Perintahkan Jalan Menuju Objek Wisata di Karo Segera Diperbaiki

Pasangan lainnya adalah Effendi Simbolon dengan Jumiran Abdi yang diusung PDI Perjuangan, PDS dan PPRN.

Pasangan Gatot Pujo Nugroho dengan Tengku Erry Nuradi yang didukung Partai Keadilan Sejahtera, dan Hanura (1), kemudian menjadi gubernur terpilih. [ded| berbagai sumber]

Terkait


Berita Terbaru