Home / NEWSSUMUT / Masa Pencarian Korban KM Sinar Bangun Diperpanjang

Masa Pencarian Korban KM Sinar Bangun Diperpanjang


Tim gabungan dari TNI/Polri, SAR, Basarnas dan BPBD pada Rabu (20/6/2018) pagi menemukan satu jenazah di perairan Danau Toba. KUat dugaan, jenajah itu merupakan bagian dari penumpang KM Sinar Bangun yang karam di perairan Danau Toba pada Senin kemarin. [foto istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN; Basarnas memperpanjang waktu pencarian korban penumpang dan bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6) pekan lalu.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan pencarian bangkai KM Sinar Bangun diperpanjang hingga Sabtu (30/6/2018) mendatang. Hal itu dilakukan sesuai perintah dari Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi.

“Ini proses perpanjangan yang kedua. Ini pencarian hari ke-11. Operasi perpanjangan dilakukan sore kemarin pukul 18.00 WIB dari Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi itu menyatakan perpanjangan yang kedua dari tanggal 28 hingga 30 Juni,” kata Budiawan, Kamis (28/6/2018).

Lanjut Budiawan, hujan deras sempat melanda kawasan perairan Danau Toba terjadi pada pukul 06.00 WIB. Proses pencarian di hari ke-11, cuaca buruk membuat Tim SAR Gabungan harus memulai operasi pada pukul 08.00 WIB. Sementara, hari ini Tim SAR Gabungan masih menggunakan alat Remotely Operated Vehicle (ROV) dan pukat harimau.

Baca Juga:  Menko Maritim Tabur Bunga di Danau Toba

“Sekarang cuaca sudah bagus. Sudah cerah, jadi kami bergerak pukul 08.00 menggunakan alat ROV, dan menggunakan pukat harimau. Ada dua kapal KMP Sumut I, dan KMP Sumut II untuk memakai pukat harimau di dua target yang kita temukan kemarin,” tuturnya.

Dalam proses pencarian korban penumpang dan bangkai KM Sinar Bangun, menggunakan pukat harimau diharapkan mampu menemukan titik cerah. Apalagi berbagai cara sudah dipakai Tim SAR Gabungan untuk menemukan bangkai KM Sinar Bangun yang diduga berada di kedalaman 490 meter.

“Kita berusaha segala cara sudah dilakukan, di permukaan air juga menggunakan perahu karet untuk penyisiran. Kita harapkan saja mudah-mudahan maksimal alat ini ROV dan pukat harimau,” ujar Budiawan.

Pada proses pencarian hari ini, sekira 300 personel dikerahkan karena alat pukat harimau penggunaannya harus membutuhkan banyak orang. Tiga helikopter dari Basarnas, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Simalungun, juga diturunkan untuk menyisir dan memantau lokasi pencarian dari udara.

Baca Juga:  Kadishub Samosir Diperiksa Senin Depan Sebagai Tersangka

“Banyak didukung untuk menggunakan pukat harimau. Kita juga dapat bantuan relawan dari Pemkab Samosir, 50 personel. Kekuatan kita harus ditambah karena alat pukat harus banyak yang menariknya,” tutup Budiawan. [fae]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up