Home / POLITIK / Masika ICMI ORWIL SUMUT: ASN dan Penegak Hukum Harus Netral

Masika ICMI ORWIL SUMUT: ASN dan Penegak Hukum Harus Netral


Pengurus Masika Orwil Sumut saat bersama Ketua ICMI Profesor Jimly Asshiddiqie dalam sebuah pertemuan di Medan belum lama ini. [edisimedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (Masika ICMI) Orwil Sumatera Utara, meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI – Polri dan penyelenggara pemilu untuk bersikap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis selama proses tahapan pelaksanaan pemilihan umum yang dilaksanakan di Sumatera Utara.

Ketua Masika ICMI Orwil Sumatera Utara Rizky Emiliya MPd didampingi Wakil Ketua Irwansyah Putra Nasution SH, mengatakan untuk menjaga kondusifitas dan keutuhan di Sumatera Utara, ASN, TNI-Polri serta penyelenggara pemilu harus netral.

“Ya, netralitas harus dilaksanakan, jangan sampai terlibat kampanye atau dukung mendukung terhadap salah satu calon secara terang terangan,” katanya.

Masika ICMI Orwil Sumut juga menghimbau kepada seluruh element masyarakat untuk berperan aktif melakukan pengawasan untuk mengantisipasi kecurangan disetiap tahapan pemilu. 

Meskipun, kata Rizky, sudah ada lembaga penyelenggara pemilu yang diamanahkan undang undang untuk melaksanakannya yaitu KPU dan Bawaslu.

Irwansyah Putra Nasution menambahkan, ada tiga bakal calon yang sudah resmi mendaftar ke KPU dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, dimana satu diantaranya merupakan mantan anggota TNI dan mempunyai jabatan strategis saat menjabat. Jadi disini dipertaruhkan netralitas institusi TNI.

“Kita sangat yakin kalau nantinya anggota TNI-Polri akan netral dalam pemilihan umum, tapi tetap harus diawasi,” tegasnya.

Berdasarkan data KPU Sumut, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara diikuti oleh tiga calon yaitu Edi Rahmayadi – Musa Rajekshah, Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus dan JR Saragih – Ance Selian.

Masika ICMI juga menyoroti pilkada di Padanglawas Utara, dimana hanya ada satu kandidat yang ikut dalam pesta demokrasi tersebut. Dipastikan, kalau calon tersebut lolos dalam pengumuman KPU kabupaten, maka akan melawan kotak kosong.

“Kita mendorong masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya ke TPS, jangan mau golput,” tutup Irwansyah. [putra]

Baca Juga:  Djoss Tekad Tingkatan Indeks Pembangunan Manusia di Sumut
Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up