Massa Ganti Presiden dan Relawan Jokowi Bersamaan Deklarasi di Taman Sri Deli, Ini yang Dilakukan Polisi

92
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengimbau masyarakat Kota Medan, yang tidak berkepentingan untuk tidak melintas di kawasan Taman Sri Deli pada pelaksanaan kegiatan itu.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Dua aksi yang saling bertolak belakang akan di gelar di seputaran Taman Sri Deli Medan pada Minggu (22/7/2018),. Keduanya yakni Deklarasi Ganti Presiden 2019 dan Deklarasi Relawan Jokowi dua Periode serta Silaturahmi Akbar Relawan Jokowi.

Menyikapi hal ini, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengimbau masyarakat Kota Medan, yang tidak berkepentingan untuk tidak melintas di kawasan Taman Sri Deli pada pelaksanaan kegiatan itu.

Selain itu Dadang juga menjelaskan polisi telah melakukan beberapa langkah yang akan untuk meminimalisir potensi kericuhan pada aksi tersebut.

“Sehubungan deklarasi tersebut, TNI, Polri, Pemda, dibantu elemen lainnya mengantisipasi itu dengan pengamanan secara khusus dan berskala, mengingat potensi gangguan. Yang menjadi perhatian kita yang di Taman Sri Deli, dekat Mesjid Raya,” ungkap Kombes Pol Dadang Hartanto, saat menggelar konferensi pres di gedung Mapolrestabes Medan, Kamis (19/7).

Polisi kata Dadang juga akan melakukan rekayasa arus lalu lintas, agar tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas. Rencananya, pihak Satuan Lalulintas akan menutup beberapa jalan umum, antara lain, Jalan Sisingamangaraja, simpang Jalan Juanda, simpang Hotel Madani, serta Jalan Mesjid Raya Medan.

“Kami imbau agar masyarakat yang tidak ikut dalam kegiatan itu untuk menghindari jalan tersebut, agar tidak terjebak pada kemacetan lalu lintas,” tuturnya.

Pihak kepolisian telah memberikan beberapa poin imbauan terhadap anggota elemen aksi agar dapat menahan diri dan menghindari dari benturan masa, saat melakukan aksi nantinya.

“Kami meminta agar tidak membawa terlalu banyak massa, apalagi anak-anak dan selalu tertib berlalu lintas, menjaga persatuan bangsa, juga berharap kedua belah

Besarnya potensi gangguan dari dua elemen yang bersebrangan berorasi di tempat yang sama, Dadang juga mengaku masih melakukan koordinasi antara kedua belah pihak, sehingga polisi belum bisa menyebutkan jumlah personel yang harus diturunkan untuk giat pengamanan.

“Terkait dengan pengamanan, kami sudah mempersiapkan pasukan. Namun, untuk besarannya masih menungggu kondisi terakhir massa yang akan dikerahkan oleh kedua kubu itu,” tandasnya. [ska]

Apa Tanggapan Anda?