Home / MEDAN TODAY / Maut di Tol H Anif Jadi BC, Ini Kata Kapolresta Medan

Maut di Tol H Anif Jadi BC, Ini Kata Kapolresta Medan


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Banyak isu yang beredar yang membuat warga Kota Medan resah. Salahsatu isu yang selalu jadi broadcast (BC) di ruang-ruangan sosial media adalah keberadaan maut di Tol H Anif.

Dalam BC itu disebutkan, jalur tol H Anif merupakan tempat pavorit aksi begal di Medan dimana sudah beberapa orang menjadi korban jiwa dan nyawa. BC ini sendiri setidaknya sebagai pengingat agar warga mewaspadai titik-titik aksi begal di Medan.

Adapun ini BC yang menyebar tersebut antara lain:

INFO buat orang Medan & Saudara2 yg Lain!!!
Jangan Pernah Lewat Jln Wahidin Aksara dan Cemara Asri atau lewat jembatan Tol  Haji Anif Pancing dgn mengendarai sepeda motor/mobil, Malam hari mulai pukul 22.00-05.00 wib, setiap harinya.

Karena Begal atau geng motor Berada tepat di Depan Galon minyak H. Anif, jln. cemara Setiap malam. Mereka Menggunakan Samurai atau Pedang Panjang.

#masyarakat di luar Sumatra Utara dan masyarakat khusus kota Medan, ayo peduli sesama dengan menyebarkan pesan ini. Mudah2an aparatur negara khususnya polisi dan tentara dapat menelusuri dan mengambil tindakan pidana agar kota Medan aman dan nyaman seperti dulu.

Terkait hal ini, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin menilai, BC yang beredar itu merupakan  isu yang membuat warga Kota Medan resah. Sekalipun demikian, Kapolres menjamin jika pihaknya memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat Kota Medan dari aksi para begal.

Baca Juga:  Sambangi Gerindra, Kapolresta Ajak Parpol Ciptakan Kekondusifan

Menurut Mardiaz, Polresta Medan dibantu Polda Sumatera Utara telah menurunkan tim antibegal.
Mardiaz menjelaskan, metode yang akan dilakukan Polresta Medan dalam menjaga keamanan Kota Medan yakni menjadikan malam menjadi siang. Tim anti begal yang terdiri dari personel gabungan akan disebar ke tempat-tempat yang ditentukan.

Tak hanya tempat yang rawan, tempat-tempat yang dianggap aman pun akan tetap dijaga. “Untuk sementara kita kerahkan 202 personel gabungan. Masa percobaan akan dilakukan satu bulan pertama dimulai malam ini. Jika memang kedepannya harus ditambah, maka akan ditambah dari personel Sabhara atau Brimob Polda Sumut,” ujar Mardiaz.

BACA JUGA
“Menjadikan Malam Menjadi Siang”, Motto Tim Anti Begal Polresta Medan

Ia menambahkan, setiap pos lantas yang biasanya dikosongkan mulai akan diisi oleh personel yang tergabung dalam tim anti begal. Pos tersebut akan dijaga oleh personel berpakain lengkap maupun personel berpakaian biasa. Ini dilakukan untuk menciptakan situasi aman di Kota Medan dan memberikan keamanan kepada seluruh masyarakat Kota Medan.

Baca Juga:  Medan Tuan Rumah Olimpiade Kesehatan, Akhyar Tantang Mahasiswa Kodokteran

“Tim anti begal akan mulai beroperasi mulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB pagi. Ada 28 pos yang akan kita isi, di pos ini kita akan lakukan razia kita akan hentikan kendaraan yang lewat dan meminta mereka untuk membuka kaca. Hal itu kita lakukan untuk mengetahui secara pasti masyarakat yang berkeliaran di Kota Medan ini,” tegasnya.

Mardiaz mengungkapkan, jumlah kasus begal pada semester pertama dan kedua 2016 mengalami penurunan. Dibandingkan 2015, penurunannya cukup signifikan. Tetapi sepekan belakangan terjadi peningkatan kualitas, dimana ada koban begal yang ditewas di lokasi karena ditusuk pelaku begal.  Ia pun mengibau, kepada masyarakat untuk cepat melapor kepada pihak kepolisian jika ada tejadi kriminalitas di Kota Medan.

Pembentukan tim anti begal ini sendiri dilakukan terkait dengan kasus begal yang terjadi di Jalan MT Haryono Medan. Dimana kobannya bernama Monang tewas akibat tusukan benda tajam pelaku yang berjumlah empat orang. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up