Mayat Pria Bersimbah Darah dengan Kondisi Luka Sayatan Hebohkan Warga

79

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Warga dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki separuh baya yang ditemukan tidak bernyawa di tanah kosong yang berada di Jalan Sempurna, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Kota, Sabtu (14/7).

Warga tampak berkerumun melihat penemuana mayat pria yang diperkirakan berusia 55 tahun dalam kondisi berlumuran darah. Tidak hanya itu, tangan sebelah kiri korban juga terlihat ada bekas sayatan pisau.

Salah seorang warga sekitar, Saiful mengatakan bahwa penemuan mayat tersebut didengar warga sekitar pukul 13.00 WIB. Mendengar kabar tersebut warga langsung ramai datang ke lokasi.

“Kami dengar kabar dari tukang parkir ada penemuan mayat di rumah kosong itu. Langsung la saya kesini lihatnya,” katanya Sabtu (14/7) siang.

Tidak lama berselang, kemudian petugas kepolisian dari Polsek Medan Kota langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi penemuan mayat pria tersebut.

“Kami tadi dapat informasi dari warga, ada mayat di Jalan Sempurna langsung kami ke lokasi,” kata Panit Reskrim Polres Medan Kota, Iptu Ridwan di lokasi.

Iptu Ridwan mengatakan bahwa saat petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sebuah pisau cutter didekat mayat korban. Dimana, tangan sebelah kiri korban ditemukan adanya sayatan pisau.

“Jadi, korban diduga bunuh diri. Karena di tangan kiri korban ada sayatan pisau sehingga karena kehabisan darah dan sayatan itu terlihat sangat lebar di tangan korban,” kata Ridwan di TKP.

“Selain pisau, petugas juga menemukan dompet korban. Dimana, di dalam dompet ditemukan identitas korban berupa KTP,” sambungnya.

Dari identitas korban diketahui bahwa korban bernama Sahala Hutabarat warga Jalan Kemiri ll, Kelurahan Sidorejo ll, Kecamatan Medan Kota.

Saat petugas hendak membawa ke rumah sakit, tiba-tiba Istri korban, Nurmida Sinamo datang untuk melihat suaminya yang sudah tidak bernyawa tersebut. Sontak, sang istri langsung menangis melihat peristiwa tersebut.

“Padahal tadi pagi dia mau pamit pergi ke Siantar. Tapi, sekarang sudah gak ada lagi,” kata istri korban sembari menangis.

Istri korban mengungkapkan bahwa semasa hidup suaminya, Sahala sudah menderita penyakit hipertensi. Dimana, suaminya tersebut bekerja sebagai tukang bengkel.

“Dia memang punya penyakit hipertensi. Mungkin karena itu dia bunuh diri. Tadi pagi ku buatkan dia minum dan itu belum habis di minumnya,” ucapnya. [ska]

Apa Tanggapan Anda?