Mengenal Lelaki Tua Bersepeda Reot yang Antar Jeput Putrinya Sekolah

671
Pak Paino (tengah) bersama Riki Hamid dan anggota tim Rumbia Family saat mengunjungi kediamannya di Dusun Wonogiri Pasar 5, Kebun Kelapa, Pantai Labu, Deliserdang, Kamis (7/12/2017). [edisimedan.com/riki hamid]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Lelaki itu bernama Paino, berusia 50 tahun. Tinggal di Desa Rumbia, Dusun Wonogiri Pasar 5, Kebun Kelapa, Pantai Labu, Deliserdang.

Dialah lelaki tua yang fotonya menjadi viral karena memboceng putrinya ke sekolah dengan sepeda reot miliknya. Sedangkan putrinya, Miswanti, siswi kelas 3 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lubuk Pakam, Sumatera Utara.

Di usia setengah abad, Paino menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai buruh serabutan.

Miswanti sendiri adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Adiknya masih duduk di kelas 3 SMP. Sementara anak pertama dan kedua Paino, saat ini bekerja membantu dirinya.

“Di tengah pekerjaan yang tidak menentu, Pak Paino membonceng anaknya sejauh 10 km menuju sekolah. Pulang sekolah, Pak Paino pun menjemputnya kembali,” kata Riki Hamdani, pemilik akun Rikie Hmd, netizen yang pertama kali mengunggah foto ayah dan anak tersebut di akun facebooknya.

Riki bilang, dirinya merasa terenyuh dengan kondisi ayah dan anak tersebut sehingga memutuskan untuk mencari tahu keduanya.

“Saya merasa tersentuh melihatnya, saya waktu SMP saja tak mau lagi naik sepeda. Melihat adik itu dibonceng ayahnya dengan sepeda seadanya, saya pun ingin menyapa dan menelusuri keberadaan mereka,” ujar Riki.

Dan niat itu semakin kuat setelah foto yang diunggahnya menjadi viral di sosial media. Respon warganet yang begitu besar membuatnya tergerak untuk membantu. Bahkan kemudian dia membuat sebuah komunitas bernama team rumbia family untuk membantu Pak Paino dan keluarga.

Sampai pada akhirnya, Kamis (7/12/2017), bersama sejumlah relawan dia mendatangi kediaman Pak Paino.

“Kemaren waktu kita survei, si Misna (Misnawati-red), lagi tidur siang karena kurang sehat. Gak tega kita mau membangunkan,” imbuh Riki.

Namun menurut Ayahnya, Misnawati punya semangat yang tinggi untuk bersekolah. Meski begitu, dia selalu menolak untuk diantar atau dijemput temannya. Misnawa

“Setiap pulang atau pergi sekolah, ada temen yang mau antar atau boncengin dia gak mau. Misnawati lebih memilih menunggu jemputan sang ayah. Dia memang semangat sekolahnya tinggi. Untuk jajan sehari-hari saja, dia kadang jajan, kadang tidak,” kata Riki ketika diwawancarai edisimedan.com.

Saat ini, dia dan sejumlah relawan yang tergabung dalam grup Whatsapp mencari ide bagaimana cara membantu keluarga tersebut.

“Langkah selanjutnya, rencananya akan membelikan Miswanti sepeda. Sebab di rumah Paino hanya ada satu sepeda dan itu pun dipakai bekerja sehari-hari. Kalau ada lebihnya dari hasil penggalangan dana akan kita sampaikan ke keluarga pak Paino,” terang Riki.

Bagi pembaca dan warganet yang berempati ingin membantu, bisa menemui langsung keluarga tersebut atau menghubungi Riki dan bergabung dalam group WA di nomor 082246464414. [ded]

Apa Tanggapan Anda?