Mengenal Sosok Roma Pasaribu Waterpauw, Istri Kapolda Sumut yang Baru

11807
IBU ASUH POLWAN. Ny Roma Paulus Waterpauw dalam acara serah terima jabatan Ibu Asuh Polwan Polda Sumatera Utara dari Ibu Ningrum Rycko Amelza Dahniel di Aula Tribrata Mapolda Sumatera Utara, Sabtu (8/7/2017) sore. [foto: dok tribratanews sumut]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Senyum sumringah terpancar dari wajah Roma Pasaribu saat tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara. Kulitnya yang putih terlihat anggun dibungkus busana pink, seragam kebesaran Ibu Bhayangkari.

Ya, tepat pada Sabtu 8 Juli 2017, Roma Pasaribu secara resmi akan mendampingi suaminya, yang tak lain adalah Kapolda Sumut yang baru, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Mendampingi suami yang merupakan putra asli Papua untuk menjadi orang nomor satu di jajaran Polda Sumut, merupakan “tugas baru” dari ibu tiga anak ini.

Meski baru pertama kali bertugas di Sumatera Utara (setelah sebelumnya empat belas tahun bertugas di Papua), tentu tidak akan terasa berat untuk perempuan bernama lengkap Dra Roma Megawati Pasaribu ini.

Ini tak lain karena darah Batak yang mengalir di tubuhnya. Boru Pasaribu menjadi modal kekerabatan sosial yang kuat bagi sang suami untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat Sumatera Utara.

Diyakini, dari darah batak boru Pasaribu, akan memudahkan Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk bertugas, seperti mendampingi tugas pria bertubuh tinggi besar itu menjadi Kapolda Papua 2015ā€“2017, Kapolda Papua Barat 2014ā€“2015 dan Wakapolda Papua (2011ā€“2014).

Meski tidak banyak referensi terkait profil Roma Pasaribu, namun artikel media lokal di Papua menyebut bahwa Roma Megawati Pasaribu bekerja di Bank Indonesia dan telah dikaruniai 3 buah hati yakni, Ruth Emmanuella, Denzel Piereto dan Raisa Serafina.

Serah terima jabatan Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel kepada Irjen Pol Paulus Waterpaw yang dilaksanakan pada Jumat (7/7/2017) di ruang Rupatama Mabes Polri jalan Trunojoyo Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Dalam buku biografinya berjudul ‘Biografi dan Jejak Pemikiran Paulus Waterpauw’ yang ditulis dua wartawan senior asal Bandung, Ensa Wiarna dan Rudi Hartono dikisahkan bahwa perjalanan hidup sang putra asli Papua ini berliku-liku.

Namun berkat didikan kedua orang tuanya, Sertu Ferdinan Waterpauw dan Yakomina Atiamuna, talenta dan jiwa kepemimpinan pria kelahiran Fakfak, Papua Barat, Oktober 1964 itu tumbuh kuat.

BACA JUGA
Gubsu Sambut Kapolda Sumut dan Istri di Kualanamu

Waterpauw kecil sering diajak ayahnya berburu ke hutan ataupun melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, sehingga didikan itu membentuk karakternya yang kuat dan pemberani, yang tercermin dalam pola kepemimpinannya selama ini.

Kemandiriannya dimulai sejak kelas IV SD harus merantau ke Surabaya mengikuti salah satu pamannya, Johanes Sapaeluwakan dan istrinya Faulina Berta Wattimena yang bekerja di Pelni Surabaya, sehingga Waterpauw kecil harus bisa beradaptasi dengan lingkungannya yang baru, dari pedalaman ke kota besar di SD YPK Surabaya Timur.

Setamat SD, Waterpauw melanjutkan studinya ke SMP Negeri 6 Surabaya, modal postur badannya yang tinggi dan proporsional menjadikannya atlet bola volley bahkan sempat tergabung dalam sebuah klub bola volley Nanggala, yang banyak mencetak atlet nasional.

Selepas SMP, ia melanjutkan studi ke SMA N 5 Surabaya dan mengikuti pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1987 dengan pangkat Inspektur Dua (Ipda).

Karir Waterpauw kian cemerlang bahkan tidak banyak petinggi Polri yang pernah menduduki jabatan sebagai Kapolda sebanyak 3 kali, termasuk Jenderal (Pol) Badrodin Haiti yang empat kali jabat Kapolda sebelum akhirnya dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal (Pol) Sutarman.

SAMBUT KAPOLDA. Kapolda Sumut yang baru Irjen Pol Paulus Waterpauw dan istri Roma Br Pasaribu disambut Gubsu Tengku Erry Nuradi dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sabtu (8/7/2017).

Sebab itu, penunjukan Irjen (Pol) Paulus Waterpauw sebagai Kapolda Sumatera Utara Kapolri Tito Karnavian lewat Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1408/VI2017 menggantikan Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel merupakan berkah tersendiri buat Sumatera Utara.

Dengan memperhitungkan kemampuan dan kapasitas seorang Paulus Waterpauw, paling tidak 14 tahun pengalamannya bertugas di Tanah Papua yang memiliki tingkat gangguan kamtibmas cukup tinggi dengan berbagai macam eskalasi gangguan kamtibmas beraroma politis menjadi modal dasar baginya untuk menghadapi sejumlah persoalan di Polda Sumut. [ded|bbs]

Apa Tanggapan Anda?