Home / PROFIL / Mengharukan, Siswa di Nias Gendong Adiknya Sambil Belajar di Kelas

Mengharukan, Siswa di Nias Gendong Adiknya Sambil Belajar di Kelas


HARDIKNAS. Potret seorang siswa asal Nias bernama Boisman Gori yang belajar di kelas sambil menggendong adiknya menjadi viral di media sosial. Boisman seakan mengirim pesan di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei (Hardiknas), bahwa menuntut ilmu di bangku sekolah bukan halangan sekalipun mengasuh sang adik yang baru berumur 2 tahun. [foto: instagram indrirose]
HARDIKNAS. Potret seorang siswa asal Nias bernama Boisman Gori yang belajar di kelas sambil menggendong adiknya menjadi viral di media sosial. Boisman seakan mengirim pesan di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei (Hardiknas), bahwa menuntut ilmu di bangku sekolah bukan halangan sekalipun mengasuh sang adik yang baru berumur 2 tahun. [foto: instagram indrirose]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Potret seorang siswa asal Nias bernama Boisman Gori yang belajar di kelas sambil menggendong adiknya menjadi viral di media sosial. Boisman seakan mengirim pesan di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bahwa menuntut ilmu di bangku sekolah bukan halangan sekalipun mengasuh sang adik yang baru berumur 2 tahun.

Boisman Gori adalah siswa kelas 5 SDN Puncak Lolomatua, Desa Puncak, Kecamatan Ulutoyo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Potret perjuangan Boisman yang mengasuh adiknya sambil belajar di sekolah [foto: instagram indrirose]
Potret perjuangan Boisman yang mengasuh adiknya sambil belajar di sekolah itu diunggah sang guru, Indri Rosidah lewat Instagram April 2017 lalu.

Indri, guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T), merasa terenyuh saat melihat Boisman yang begitu sabar mengasuh adiknya.

“Ini anakku yang bernama boisman gori,” tulis Indri di instagramnya.

“Dia sangat menyayangi adiknya, terlihat dari cara dia memperlakukannya. Sering sekali di sela-sela KBM, aku melihat boisman memeluk dan mencium kepala adiknya dengan gemas,” sambung Indri.

Menurut Indri, hampir setiap hari Boisman membawa adiknya ke sekolah dengan alasan tidak ada yg menjaga di rumah. Karena kedua orang tuanya harus pergi ke ladang untuk menyadap karet.

Baca Juga:  Lyodra Margareta Ginting, Anak Medan Juara Lomba Nyanyi di Italia

Hampir setiap hari Boisman membawa adiknya ke sekolah dengan alasan tidak ada yg menjaga di rumah [foto: indrirose]
“Dengan jarak antara rumah dan sekolah yang bisa dibilang jauh dan mendaki gunung (jauh untuk saya pribadi dan dekat kata mereka), dia dengan sabar dan penuh keceriaan menggendong adiknya yang menggemaskan. Saya kira untuk seorang anak kelas 5 SD tak mampu melakukannya,” tulis Indri lagi.

 

“Tapi kamu telah membuktikannya nogu. .
lagi dan lagi dibuat terkesima oleh mereka!
para penerus bangsa yang masih semangat mengenyam pendidikan dengan segala keterbatasannya.”

Foto yang diunggah Indri tersebut memantik simpati dari para netizen. Mereka merasa terharu serta salut atas perjuangan Boisman untuk meraih ilmu. Termasuk mengapresiasi kegigihan Indri yang mengajar di daerah pedalaman, jauh dari tempat tinggalnya.

“Aku jadi nangis, terharu dengan perjuangan anak ini… Semoga kelak menjadi orang yg berguna bagi Nusa dan Bangsa khususnya Tanah kelahiranmu ya dek…,”tulis seorang netizen alballaputra.

Baca Juga:  Band Indie Zvara Tunjukkan Eksistensi dengan Berkarya

“Terimakasih sudah melayani di Kepulauan Nias @indrirose, Tuhan Pencipta Bumi yang membalaskan kebaikanmu,” tulis agustzega_amatia

Menurut Indri, saat mengasuh adiknya di sekolah, Boisman tak lupa membawa kebutuhan yang diperlukan sang adik.

“Dia biasanya bawa kresek hitam. Isinya ada makanan dan celana untuk adiknya,” kata Indri.


Indri Rosidah, guru SM-3T bersama anak didiknya di SDN Puncak Lolomatua, Desa Puncak, Kecamatan Ulutoyo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. [foto instagram indrirose]
Indri mengungkapkan, kondisi belajar mengajar di dalam kelas tetap berjalan dengan kondusif meski Boisman membawa adiknya. Malahan sesekali Indri terhibur dengan tingkah laku dari adik Boisman itu.

“Lucu anaknya. Pernah niru-niru ucapan saya saat mengajar. Adiknya nggak rewel dan anteng di kelas. Biasanya kalau sudah tertidur, dia akan digendong,” ucap Indri. [ded|dtc]

Terkait


Berita Terbaru