Home / DELI SERDANGSUMUT / Menipu Ratusan Juta, Toke Ayam pun Masuk “Kandang”

Menipu Ratusan Juta, Toke Ayam pun Masuk “Kandang”


Awi pasca diciduk dari persembunyiannya, didampingi Kasubbag Humas AKP MT Sagala saat memberikan penjelasan pada para awak media.

EDISIMEDAN.COM, TEBINGTINGGI – Pengusaha ayam potong berinitial, N alias Awi (45), warga Jalan Kenanga Kelurahan Simpang 3 Pekan Kecamatan Perbaungan – Sergai, harus meringkuk di sel Mapolres Tebingtinggi setelah diciduk dari tempat persembunyiannya di Komplek Mitra Regency, Pekanbaru-Riau, Senin (18/7/2016) sekitar pukul 23.00 WIB.

Informasi yang didapat di Mapolres Tebingtinggi, pada Rabu (20/07/2016), terduga N alias Awi, memesan ayam potong kepada Lisa (43), warga Jalan Tengku Hasyim Kompleks TPI-Bandarsono-Padang Hulu Tebingtinggi beberapa waktu lalu dengan bilyet giro berjumlah Rp 317 Juta.

Setelah jatuh tempo kliring, dicek yang ternyata rekeningnya sudah kosong hingga korban membuat pengaduan ke Mapolres.

Kasus penipuan ini berawal sekitar 8 Mei 2015 lalu. Awi saat itu memesan ayam potong kepada Lisa, dengan melakukan pembayaran awal kontan sebesar Rp 250 juta, kemudian sisa kekurangan pembayaran pembelian ayam sebesar Rp 317 juta akan dilunasi melalui bilyet giro.

Baca Juga:  Masih Berpolemik, Gubsu Belum Melantik Anggota KPID 2016-2019

Bilyet giro yang diserahkan Awi pada Lisa ternyata kosong. Merasa tertipu, pihak Lisa melakukan penelusuran keberadaan Awi yang ternyata sudah kabur ke Pekanbaru.  Lisa membuat pengaduan ke Polres Tebingtinggi dan hingga terduga penipuan inipun akhirnya berhasil ditemukan di salah satu kompleks perumahan di Pekanbaru.

BACA JUGA
Tipu Jemaah Umroh, Mantan Pejabat Tebingtinggi Dituntut 30 Bulan

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi, AKP MT Sagala membenarkan penangkapan Awi terkait  kasus dugaan penipuan dengan modus kejahatan melakukan pembayaran menggunakan bilyet giro kosong. Dalam kasus ini Awi dapat dijerat Pasal 37 KUH Pidana sub Pasal 372 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara itu, kepada petugas terduga Awi mengaku bahwa dirinya sudah lama berdagang ayam di Perbaungan maupun di luar kota Perbaungan. Namun karena masih banyak rekanannya sesama pedagang  ayam yang belum membayar uang ayam potong kepada dirinya, hingga akhirnya kondisinya menjadi pailit dan kabur ke Pekanbaru [rdi]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up