Home / MEDAN TODAY / NasDem Minta Jatah Kadis Sebagai Syarat Islah Gatot-Erry

NasDem Minta Jatah Kadis Sebagai Syarat Islah Gatot-Erry


JAKARTA, EDISIMEDAN| Islah antara Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dengan wakilnya Tengku Erry Nuradi disebut-sebut bukan tanpa pamrih. NasDem, partai tempat Erry bernaung meminta jatah jabatan kepala dinas kepada sang gubernur sebagai imbalan.

Hal ini diakui istri Gatot, Evy Susanti usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).  Istri kedua Gatot itu menyebut jika partai besutan Surya Paloh meminta jatah kepala Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Pemprov Sumut.

“Iya, memang ada (permintaan),” ungkap Evy seperti dikuti dari JPNN.

Hanya saja, ketika ditanya siapa yang mengutarakan permintaan tersebut, Evy bungkam. Dia langsung bergegas masuk mobil tahanan yang menunggu di halaman gedung KPK. [Baca Juga: Surya Paloh Tantang KPK Gelar Rekonstruksi]

Gatot Pujo Nugroho yang mendampingi Evy menjalani pemeriksaan di KPK,  mengangguk membenarkan jawaban istrinya.
Namun Gatot tak mau menjawab meski terus dicecar berbagai pertanyaan. “Tanya Pak Yanuar (pengacara Gatot) saja, beliau lebih tahu,” tutur Gatot.  [Baca Juga: Di KPK, Tengku Erry Buat Pengakuan Mengejutkan]

Baca Juga:  Dari Safari Jumat, Akhyar Nasution Serap Aspirasi Warga Medan

Sebelumnya, mantan pengacara Gatot dan Evy, Razman Arief Nasution juga pernah mengungkapkan hal yang sama. Dia menyebut bahwa dalam pertemuan antara Gatot dan sejumlah petinggi NasDem pada bulan Mei silam bukan sekadar membicarakan islah.

“Ada pembicaraan power sharing (bagi-bagi jabatan),” kata Razman.

Razman bahkan klaim punya bukti berupa dokumen kesaksian Evy kepada penyidik KPK. Di dalam dokumen tersebut terungkap jelas isi pertemuan islah yang bertempat di kantor DPP NasDem itu. [Baca Juga: Di Bawah Sumpah, Gatot Beberkan Peran Elit Nasdem]

Pertemuan islah di DPP NasDem selama ini diklaim hanya dihadiri Surya Paloh, Tengku Erry Nuradi, OC Kaligis dan Gatot. Namun informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa permintaan jabatan diutarakan oleh kakak dari Surya Paloh, Rusli Paloh.

Permintaan sendiri diduga kuat terkait upaya Gatot mengamankan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial yang ditangani Kejaksaan Agung. Politikus PKS itu meminta bantuan petinggi NasDem untuk melobi Jaksa Agung M Prasetyo agar tidak menjerat dirinya.

Baca Juga:  Selama 3 Hari, 71 Mantan dan Anggota DPRD Sumut Digarap KPK di Kejatisu

Dalam kasus dugaan suap pengamanan perkara Bansos Sumut di Kejagung, Gatot disangka memberikan uang Rp 200 juta kepada eks Sekjen NasDem Patrice Rio Capella karena menjadi perantara antara Gatot dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Namun, Rio Capella melalui pengacaranya, Maqdir Ismail membantah telah menerima uang dari Gatot. “Uangnya diterima dari Sisca, jumlahnya Rp 200 juta, kemudian dari Rp 200 juta diserahkan kepada Rio. Kemudian Rp 50 juta diberikan ke Sisca dan Rp 150 juta dibawa Rio. Kemudian beberapa hari kemudian dikembalikan lagi kepada Sisca Rp 200 juta. Selain Rp 150 juta ditambah lagi Rp 50 juta, jadi Rp 200 juta yang dikembalikan ke Sisca.

Kemudian dia berpikir beberapa hari untuk kembalikan ke Sisca,” ujar Maqdir.

Maqdir menyebut, semua uang itu sudah dikembalikan melalui Fransisca Insani Rahesti. Sehingga, Maqdir menyebut seharusnya tidak ada tindakan pidana yang disangkakan pada kliennya.

Baca Juga:  Jaring Atlet Berprestasi Kota Medan Melalui Porwil

“Karena sebagai tanggung jawab uang yang diterima, beberapa hari kemudian ketemu lagi sama Sisca, itu yang ditaruh di mobil dengan diam-diam,” jelas Maqdir. [JPNN/DETIK]

Terkait


Berita Terbaru