Home / NEWSSUMUT / Nur Aisyah, Bocah Lumpuh Layu dari Madina yang Bercita-Cita jadi Dokter

Nur Aisyah, Bocah Lumpuh Layu dari Madina yang Bercita-Cita jadi Dokter


Meski dengan kondisinya yang menderita lumpuh layu, Nur Aisyah, siswi kelas tiga sekolah dasar di Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal ini tetap bersemangat sekolah. Setiap harinya, sang ibu tetap setia menggendong putrinya itu ke sekolah yang berjarak dua kilometer dari kediaman mereka dengan berjalan kaki. [edisimedan.com/Istimewa]

EDISIMEDAN.com, MADINA Meski menderita lumpuh layu, Nur Aisyah, siswi kelas tiga SD di Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal ini tetap bersemangat sekolah untuk gapai cita-cita menjadi dokter. 

Setiap harinya, sang ibu tetap setia menggendong putrinya itu ke sekolah yang berjarak dua kilometer dari kediaman mereka dengan berjalan kaki.

Tindakan ini diambil sang ibu yang bernama Suraidah, lantaran melihat putrinya itu tetap semangat belajar meski dengan kondisinya yang lumpuh layu.

“Meski berbeda dengan teman-temannya, Aisyah tetap semangat menjalani hidup normal,” cerita Suraidah.

Suraidah mengatakan saat kecil, Nur Aisyah sama seperti anak lainnya yang aktif. Namun ketika berusia 6 tahun, dia jatuh dari tangga rumah hingga mengalami patah tulang.

“Berbagai pengobatan sudah dilakukan baik medis maupun pijat tradisional, sejauh ini belum ada perubahan,” sebut Suraidah.

Baca Juga:  MiFIP Andalan Baru Manulife untuk Persiapan Hari Tua

Kepada sang ibu, Nur Aisyah kerap bercerita ingin menjadi dokter. Cita-cita ini beralasan, sebab kata Suraidah, Aisyah ingin membantu sesama.

“Itu yang membuat saya semangat terus mengantar Aisyah setiap hari ke sekolah. Dia bercita-cita menjadi dokter untuk membantu sesama,” sebut Suraidah.

Selama belajar di sekolah terutama saat jam istirahat, Aisyah hanya berdiam diri di kelas. Tidak seperti temannya yang lain. Namun Aisyah merupakan salah satu siswi yang cerdas dan mampu mengikuti setiap pelajaran.

Meski dengan kondisinya yang menderita lumpuh layu, Nur Aisyah, siswi kelas tiga sekolah dasar di Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal ini tetap bersemangat sekolah. Setiap harinya, sang ibu tetap setia menggendong putrinya itu ke sekolah yang berjarak dua kilometer dari kediaman mereka dengan berjalan kaki. [edisimedan.com/istimewa]
“Memang sering merasa minder melihat temannya, tapi kalau otaknya dikategorikan cukup dengan anak seusia dia. Kita selalu berusaha agar dia disamakan dengan rekannya. Kalau di dalam kelas dia tidak mengeluh, agak pendiam dia, tapi kalau di luar sekolah dia sering menyamaikan kepada ibunya, kalau temanku seperti ini tapi kenapa aku seperti ini,” ungkap Purnama Harahap, salah seorang pengajar.

Baca Juga:  Jumlah Penduduk Sumut Hasil SP 2020 14,80 Juta Jiwa

Kini sang ibu tidak lagi mampu membawa Nur Aisyah untuk berobat , baik ke dokter maupun pijat tradisional karena keterbatasan biaya. Keluarga berharap ada pihak dermawan dan pemerintah dapat memberikan bantuan untuk menyembuhkan putri kesayangannya.[ska]

Terkait


Berita Terbaru