Oknum Guru di Binjai Palsukan Kematian Demi Dapatkan Uang Kematian

54
Tim Pidsus Kejari Binjai saat membawa tersangka DS dari Jakarta menuju Binjai. [edisiMedan.com/op]

EDISIMEDAN.com, BINJAI – Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Binjai, menangkap salah satu tersangka kasus penyelewengan uang negara inisial DS di Jakarta, Senin (6/11/2018) kemarin sore.

Kasi Pidsus Kejari Binjai A Ginting SH kepada sejumlah wartawan, membenarkan penangkapan tersangka DS di Jakarta yang langsung dipimpin Kajari Binjai.

“Tersangka kita tangkap di Cikarang Jakarta, ia tidak memberikan perlawanan dan kooperatif terhadap penyidik,” jelas Kasi Pidsus Kejari Binjai.

“Tersangka sempat kita titipkan di Rutan Salemba Jakarta, kemudian kita jemput kembali dan kita bawa ke Binjai untuk di tahan di LP Binjai,” terangnya lagi.

Tersangka DS merupakan seorang oknum guru di SDN 027144, Kecamatan Binjai Utara. Dia bolos mengajar sejak tahun 2010 lalu. Walaupun tidak pernah masuk mengajar, DS tetap menerima gaji secara bervariasi sejak tahun 2010 hingga Februari 3018.

BACA JUGA
Patgulipat Gaji Guru, Kejari Binjai Periksa Pejabat Tinggi
Kejari Binjai Tetapkan 8 Tersangka Kasus Alat Peraga SD

Sayangnya, hal tersebut tidak mendapatkan sikap tegas dari Disdik Kota Binjai. Bahkan, perkara ini diduga melibatkan Kepala SDN 027144 Binjai Utara, Sulasih, Kepala UPT Disdik Binjai Utara, Emi Sutrisnawati, Bendahara UPT Disdik Binjai Utara, Irwan Khotib Harahap hingga Kabid Dikdas Disdik Binjai.

Parahnya, dalam kasus ini PT Taspen Medan mencairkan dana kematian DS yang diajukan suaminya, AS pada tahun 2014 lalu. Padahal, DS belum meninggal dunia.

PT Taspen mencairkan dana kematian DS beberapa tahap. Pertama, pada 5 Mei 2014 sebesar Rp59.179.200. Kedua, penerimaan sebesar Rp3.207.300 pada 23 November 2014.

Sehingga total dana kematian yang dicairkan PT Taspen itu sebesar Rp62.386.500 mengalir ke rekening Bank Rakyat Indonesia Pajak Tavip atas nama AS. Total kerugian negara ditaksir mencapai Rp438.025.900.

Dalam kasus ini pihak kejari sudah menetap dua tersangka yakni oknum guru DS dan oknum pejabat PT Taspen insial MA (Muhaimin Adamy-red). Oknum MA sendiri belum ditangkap penyidik Kejari Binjai. [op]

Apa Tanggapan Anda?