Home / / Oknum PNS Dituntut 10 Tahun Penjara Karena Perkosa Anak di Bawah Umur

Oknum PNS Dituntut 10 Tahun Penjara Karena Perkosa Anak di Bawah Umur


PENCABULAN. Darmapala, (50) oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Kota Medan dituntut 10 tahun penjara karena melakukan pencabulan anak di bawah umur. Dia dinilai terbukti melakukan pemerkosaan terhadap W 15, anak yang bekerja di usaha dagang (UD) miliknya.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Darmapala, (50) oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Kota Medan dituntut 10 tahun penjara karena melakukan pencabulan anak di bawah umur. Dia dinilai terbukti melakukan pemerkosaan terhadap W 15, anak yang bekerja di usaha dagang (UD) miliknya.

Usai sidang di hadapan majelis hakim Nazar Effendi dengan agenda pembelaan (pledoi) di ruang sidang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (21/2/2017), JPU Haza Putra menyebutkan, terdakwa dinilai melanggar Pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

“Kami menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selaa 10 tahun dan denda Rp100 juta subsider dua bulan penjara,” ujar jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan tersebut.

Haza menyebut, terdakwa didakwa melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur. “Keluarga sudah visum dan ada kerusakan di selaput dara korban,” ucapnya,

Baca Juga:  Kepergok Curi Seng, Dua Sekawan ini Masuk Penjara

Sementara ibu korban, Sundari, 36 didampingi suaminya, Mansyur, 42, korban dan adiknya mengatakan, sebelum kejadian, korban selama 11 bulan bekerja di grosir jajanan milik terdakwa di kawasan Pasar 5 Medan Marelan. “Selama 11 bulan kerja enggak ada keganjilan, tapi malam minggu sekitar Oktober (2016) saya curiga, dia (korban) terlihat ketakutan dan pucat,” ujar Sundari.

Selanjutnya Sundari menyuruh korban untuk tidak bekerja dan menanyakan apa yang telah terjadi pada dia. Sempat beberapa waktu hanya menjawab tidak apa-apa, akhirnya korban menceritakan apa yang sudah dialami anak keduanya itu. “Aku diperkosa wak Darma (Darmapala) kata dia. Gemetaran saya dengarnya, lalu saya bilang sama suami saya, diapun pergi ke rumah Darma itu, tapi tidak ada di rumah,” ucap ibu lima anak tersebut.

Setelah berkonsultasi dengan sejumlah pihak, laporan akhirnya dilayangkan ke polisi. “Sabtu kami melapor, Senin dia ditangkap. Kata polisinya kasus ini berat hukumannya. Tapi kami heran karena kami dengar hukumannya 15 tahun tapi ini kok dituntut 10 tahun? Namanya kami orang nggak sekolah, kami nggak tahu mau nanya ke siapa,” timpal Mansyur.

Baca Juga:  Tolak Nikahi Sang Kekasih, Anas Berurusan Dengan Polisi

Diakui Mansyur, sempat ada perundingan perdamaian, tapi akhirnya tidak didapatkan kesepakatan. “Mereka mau damai, tapi masa emauan mereka saja yang diikuti,” ungkap pria yang mengaku bekerja serabutan itu. Dia berharap, terdakwa dihukum dengan hukuman yang pantas. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up