Oknum Security Divonis Seumur Hidup Habisi nyawa tulang punggung keluarga.

78
Oknum security di Medan, Sofyan Wahid divonis seumur hidup oleh majelis hakim Binjai

EDISIMEDAN.COM,Binjai – Oknum security di salah satu pabrik di Medan bernama Sofyan Wahid, warga Kabupaten Sergei,  terdakwa pembunuhan seorang janda anak satu yang bekerja sebagai SPG Popok Bayi, Indri Lestari (40) warga Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Binjai Utara,  divonis hukuman penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri kota Binjai.

Atas putusannya tersebut, ketua Majelis Hakim, Fauzul Hamdi Lubis  dan hakim anggota Dedi mendapat ucapan terimakasih dari keluarga korban yang sejak dari proses rekontruksi di Polres Binjai sampai persidangan terus mengikuti kasus pembunuhan sadis ini.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan berencana terlebih‎ dahulu sehingga merampas nyawa orang lain. Menjatuhkan terdakwa dengan pidana seumur hidup,” kata Fauzul dalam persidangan yang disaksikan Jaksa Penuntut Umum Perwira Tarigan, Rabu (19/6).

Dalam putusannya, majelis hakim menetapkan pidana yang dijatuhkan terhadap terdakwa akan dikurangi masa tahanan yang telah dijalani. Hakim juga memerintahkan agar terdakwa tetap mendekam dalam tahanan.

“Atas putusan ini, baik terdakwa dan penuntut umum punya hal yang mau disampaikan? Diterima atau pikir-pikir dulu,” tanya hakim.

Baik JPU maupun terdakwa menjawab pikir-pikir. Putusan yang dibacakan majelis hakim sempat terhenti. Soalnya, salah satu keluarga korban terlihat geram melihat terdakwa dan ingin melampiaskan emosinya.

Hakim menilai, motif terdakwa dendam yang mendalam, dilihat dari luka tusuk. Meski sempat terhenti, terdakwa akhirnya tetap mendengar putusannya.

Vonis yang dijatuhi majelis hakim lebih tinggi dari tuntutan JPU yakni 15 tahun. Sementara, keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan.

“Alhamdulillah, doa kami didengar Allah. Terima kasih ya allah. Kami mohon seumur hidup, dikabulkan Pak Hakim. Terima kasih majelis hakim,” tandas Erlina, salah satu keluarga korban.

Diketahui, korban ditemukan tewas bersimbah darah dalam keadaan bugil di Perumahan Royal Wahidin Blok E, Jalan Danau Batur, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Minggu 21 Oktober 2018 lalu. Hasil otopsi, jenazah korban yang merupakan warga Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara ini ditemukan luka tusukan di sekujur tubuhnya.

Polisi berhasil ungkap kasus ini dengan menangkap Sofyan pada malam hari. Hanya saja, sebilah pisau tidak didapat polisi saat menangkap tersangka. Sofyan berdalih melakukan tindakan keji karena bela diri yang kemudian secara reflek lantaran permintaan korban meminta uang Rp2 juta tidak dipenuhi.

Terdakwa selalu berkelit dalam persidangan karena dalam kasus ini saksi kunci sangat minim. Namun mengingat kekejaman terdakwa maka majelis hakim menjatuhkan hukuman yang dirasa setimpal bagi dirinya yang dengan sengaja menghabisi nyawa orang lain apalagi yang dihabisinya adalah tulang punggung keluarga.(op)

Apa Tanggapan Anda?