Home / BINJAI / SUMUT / Okor Ginting Di Kenal Baik Dan Pekerjakan Ratusan Orang Di Bukit Dinding

Okor Ginting Di Kenal Baik Dan Pekerjakan Ratusan Orang Di Bukit Dinding


EDISIMEDAN, Langkat – Setidaknya 200 kepala keluarga mengantungkan hidupnya pada perkebunan kepala sawit yang di kelola Seri Ukur Ginting atau yang lebih di kenal dengan sebutan Okor Ginting.

 

Fakta ini diperoleh setelah mengunjungi perkebunan tersebut yang berada di kawasan Dusun VII Purwosari Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

 

Hamparan pohon sawit disisi kanan dan kiri jalan bertanah dan berbatu dilalui sepanjang jalan menuju perkebunan sawit ini, sambil sekali kali. melintasi pemukiman karyawan perkebunan PT LNK dan pemukiman masyarakat, setelah sebelumnya menyeberangi sungai Wampu dengan menggunakan getek atau rakit penyeberangan di Desa Pertumbukan Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.

 

Di tengah rimbunan pohon kelapa sawit yang dikelola Okor Ginting beserta keluarganya, wartawan menemukan lokasi pembibitan kelapa sawit yang hampir 3 hektar luasnya.

 

Dan disana terlihat para pekerja pria dan wanita sedang melakukan pembibitan kelapa sawit. Hamparan plastik polybag berjajar tersusun rapi sesuai dengan umur bibit sawit, ada yang masih kecambah hingga yang berumur 6 bulan.

Baca Juga:  Demo Pemko Binjai , KOMP2B Kota Binjai Minta Gransi Kasus TPTGR Dengan Sekdako Binjai

 

Seorang ibu pekerja harian di pembibitan sawit miliki Okor Ginting ini bernama Martini, menyebutkan dirinya telah bekerja dari bulan Februari 2021 dan dengan upah Rp. 75 ribu perhari, “Alhamdulillah bisa membantu kehidupan keluarga dan sekolah anak,” sebutnya

 

Ia juga berterima kasih kepada Seri Ukur Ginting yang telah membantunya menyediakan lapangan kerja, “Terima kasih (Okor Ginting), dikasinya kami pekerjaan,” ujar Martini, yang bersama rekan rekannya sedang bekerja memasukkan tanah ke Polybag untuk kebutuhan pembibitan.

 

Sementara dua pekerja lain yang menyebut namanya Babad dan Ubud mengaku sangat berterima kasih kepada Okor Ginting, “membuat kami tidak menganggur, sehingga menambah penghasilan keluarga. Kami menganggap dia baik dan tidak tahu ada masalah lain,” ujar mereka.

 

Kemudian berjarak sekitar 15 kilo meter dari lokasi pembibitan wartawan kembali menjumpai sekelompok pekerja harian lepas lainnya yang sedang menunggu jemputan untuk kembali kerumah masing setelah bekerja membersihakan areal kelapa sawit dari rerumputan.

Baca Juga:  DPP PAN Copot Asiong dari Jabatan Ketua DPRD Labusel

 

Kelompok bhl (buruh harian lepas) ini mengaku digaji Rp.60 ribu untuk setengah hari kerja memupuk dan membersihkan pohon sawit milik Okor Ginting dan dibayarkan seminggu sekali.

 

“Berkelompok, yang babat 6 orang, di gaji Rp 360 ribu perminggunya,” ujar seorang ibu di kelompok pekerja ini.

Selanjutnya seorang bapak dari kelompok bhl ini menyebutkan dirinya berterima kasih telah dipekerjakan di kebun sawit milik Okor Ginting ini. “Terima kasih telah mempekerjakan kami dan membantu kehidupan keluarga,” sebutnya singkat.

Suprianto mandor kebun sawit milik Seri Ukur Ginting memaparkan saat ini jumlah pekerja di kebun ini lebih kurang ada 200 orang yang terbagi di bagian pembibitan, pembersihan dan pemupukan serta lainnya dan jam kerja dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

 

Suprianto juga menyebutkan selama ini tidk ada masalah, penggajian lancar dibayarkan, “ada lebih kurang 200 pekerja yang bekerja di kebun pak Okor ini dan selama ini hubugan sangat baik antara pekerja dan pemilik kebun, pak Okor. dan kita berterima kasih atas apa yang telah terjalin selama ini. Kami mendo’akan semoga persoalan yang dialami pak Okor dan keluarga bisa selesai dengan baik agar bisa berkumpul kembali dengan kami para pekerja disini,” papar Suprianto dengan prihatin.

Baca Juga:  Pilkada Serentak, KPUD Labuhanbatu Tunggu Petunjuk KPUD Sumut

 

Seorang warga Desa Basilam yang secara tak sengaja di temui setelah keluar dari areal perkebunan sawit milik Okor Ginting, menyebutkan dirinya berterima kasih kepada Okor Ginting yang telah banyak membantu.

 

“Baik, dulu ada dia (Okor Ginting) membantu anakku, Alhamdulillah,” sebut Ngadimen yang ditemui saat dirinya beristirahat di salah satu warung makan dan minum di Desa Basilam Kecamatan Wampu.(op)

Terkait


Berita Terbaru