Pabrik Sandal di Namorambe Ludes Terbakar

594
Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik sandal di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat dini hari (10/4/2015) tadi. Api dengan cepat melahap seluruh bangunan karena isi pabrik banyak berisi material yang mudah terbakar. [Foto: Eddy Tambunan]

MEDAN| Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik sandal di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat dini hari (10/4/2015) tadi. Api dengan cepat melahap seluruh bangunan karena isi pabrik banyak berisi material yang mudah terbakar.

Warga yang berada di lokasi menyebutkan, kebakaran terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 22.20 WIB.  “Awalnya gue ke sana apinya terbilang masih kecil, namun karena lamanya pemadam kebakaran datang, membuat api semakin besar,” ujar Eddy, warga yang berada di lokasi kebakaran.

Warga kian cemas karena jelang tengah malam api kian membesar bahkan merembet ke permukiman warga dan pabrik lain di sekitar pabrik. Sejumlah warga berusaha membantu untuk memadamkan api, sementara warga lainnya berupaya mengungsikan barang barang miliknya ke masjid di dekat pabrik. Hampir 2 jam terbakar, api kian berkobar.

Dinas pemadam kebakaran Kota Medan yang mengerahkan lima unit mobil pemadam masih belum mampu untuk menghentikan amukan api.

“Setelah terbakar satu jam lima puluh menit, baru ada pemadam kebakaran yang datang. Sudah keburu ludes pabriknya,” terang Eddy lagi.

Diketahui, gudang CV Deli Eva itu milik seorang penguasaha yang diketahui warga bernama Jansen. Gudang itu memproduksi sandal kulit berbagai tipe. Belum diketahui penyebab kebakaran, namun diduga terjadi hubungan arus pendek (korsleting) listrik.

Api cepat membesar disebabkan terbakarnya bahan-bahan pembuat sandal, termasuk cairan kimia/ serta gulungan kabel yang terdapat di areal pabrik. Meskipun sempat mendapat pertolongan warga, namun api cepat menyebar hingga membakar seluruh isi pabrik.

Kapolsek Delitua, Kompol Anggoro Wicaksono belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Tim Labfor Polri akan diturunkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. [rez]

Apa Tanggapan Anda?