Home / NEWSSUMUT / Parah…Oknum Guru di Sergai Hukum Muridnya Jilati WC Hingga Muntah

Parah…Oknum Guru di Sergai Hukum Muridnya Jilati WC Hingga Muntah


Murid berinisial MBP yang duduk di kelas IV SD negeri di Sei Rampah ini dihukum oleh oknum gurunya menjilati WC hingga 12 kali. [edisimedan.com/ist]

EDISIMEDAN.com, SERGAI- Oknum guru di salah satu SD negeri di Serdang Bedagai menghukum salah seorang muridnya dengan hukuman yang melampaui batas. Oknum guru berinisial RM menghukum muridnya dengan cara menjilati WC sekolah.

Parahnya, tak hanya sekali, oknum guru itu meminta sang murid berinisial MBP yang duduk di kelas IV ini menjilati WC hingga 12 kali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa yang memalukan ini terjadi pada Jumat (9/3/2018) saat jam pelajaran berlangsung. Peristiwa ini pun sudah diketahui oleh orangtua murid tersebut.

SH, ibu dari MBP mengatakan awalnya mendengar cerita ini dari teman putranya itu. Saat ditanyai kepada sang putra, akhirnya MBP mengaku dan menerangkan kejadian nahas itu.

Kepada dirinya, MBP menceritakan awalnya dia dihukum menjilat WC lantaran tidak membawa tanah kompos ke sekolah. Sebelumnya oknum guru RM meminta para murid membawa tanah kompos ke sekolah sebagai tugas.

Baca Juga:  Wagubsu Minta Siswa dan Sekolah Jujur dalam UN SMP

Karena tidak membawa tugas yang disuruh, MBP kemudian diperintah oleh oknum guru itu 12 kali menjilat WC sekolah.

“Anak saya bilang ya (menjilat WC). Tapi pas yang keempat kali anak saya langsung muntah,” ujar SH.

Mendengar pengakuan putranya, perasaan SH dan suaminya bercampur aduk. Mereka marah juga sakit hati.

Perempuan ini mengaku sangat terpukul mendengar hukuman yang diberikan kepada anaknya. Menurutnya hukuman itu tidak pantas. Dia meminta agar guru yang melakukan perbuatan itu diberi sanksi.

“Saya ya marah, terpukul, sakit hati bercampur aduk. Apa kali rupanya salah anak saya kok hukuman seperti itu. Apa nggak ada hukuman lain? Kalau disuruh cuci WC, disetrap saya terima. Tapi ini kan keterlaluan, nggak berperikemanusiaan,” ucap SH.

Pihak keluarga pun langsung datang ke sekolah. Disana, pihak sekolah sudah menyampaikan permintaan maaf. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up