Partamina Pastikan Pasokan LPG di Madina Normal

    30
    Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memastikan penyaluran LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Madina aman selama arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H. [edisiMedan.com/istimewa]

    EDISIMEDAN.com, MEDAN – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memastikan penyaluran LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Madina aman selama arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

    Penyaluran harian untuk LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Madina pada tanggal 13 Juni 2018 adalah sebesar 5.040 tabung perhari dan disalurkan melalui 2 agen serta 80 pangkalan, dengan HET sebesar 17 ribu- 22 ribu.

    Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina MOR I telah menambahkan fakultatif pasokan di Kabupaten Madina sebesar 6.160 tabung perhari pada tanggal 29 dan 30 Mei 2018

    Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait arus mudik dan libur lebaran 2018, Pertamina MOR I akan terus melakukan penambahan pasokan tabung LPG pada tanggal 9, 12, 14, 15, dan 17 Juni 2018 sebanyak 9.520 tabung perhari di wilayah tersebut.

    Unit Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto menyatakan pasokan LPG Pertamina di wilayah Madina berjalan normal. Tim investigasi telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap adanya keluhan kondisi pasokan LPG 3 Kg di wilayah tersebut.

    “Pasokan LPG 3kg di wilayah Madina berjalan normal bahkan sudah dilakukan penambahan pasokan sebelumnya. Kami akan cek apabila penambahan pasokan memang dirasa belum mencukupi, kami akan melakukan penambahan pasokan fakultatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rudi.

    Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Pertamina menghimbau bahwa peruntukkan LPG 3 kg hanya bagi rakyat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp 1,5 juta per bulan atau Usaha Mikro. Bagi warga mampu, Pertamina telah menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 Kg dan Elpiji tabung biru 12 kg serta 50 kg untuk usaha komersial. [Mahbubah Lubis]

    Apa Tanggapan Anda?