Pasar Tradisional Di Medan  Dikenalkan Sistem Pembayaran Elektronik Dengan QRIS

    46

    EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Bank Indonesia (BI) terus melakukan edukasi dan sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS), layanan pembayaran berbasis QR Code.

    Sosialisasi kebijakan sistem pembayaran dengan QRIS itu juga dijajaki di beberapa sekolah-sekolah dan universitas guna mendorong penerapan pemakaian uang eletronik ini.

    Selain melakukan sosialisasi di kalangan milenial seperti mahasiswa dan pelajar serta di pesantren, BI juga mengenalkan sistim pembayaran tersebut kepada para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    Bahkan untuk terus meningkatkan penggunaan QRIS, Kantor Perwakilan BI Sumut masuk ke pasar tradisional kepada para pedagang yang berjualan di Pasar Beruang Jalan HOS Cokroaminoto Medan, Kamis (31/10/2019).

    Di Pasar Beruang ini sejumlah pedagang sudah menerapkan jualannya dengn bertransaksi menggunakan QRIS sebagai barcode resmi pembayaran digital.

    Untuk melakukan transaksi pembayaran ini, pedagang menyiapkan barcode QRIS di lapak masing-masing guna di-scan pembeli saat melakukan transaksi pembayaran secara nontunai.

    Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat didampingi Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo menyebutkan selain di Pasar Beruang, penerapan transaksi menggunakan QRIS juga ada beberapa pasar tradisional dan tempat makan lainnya di Kota Medan, seperti Pasar Petisah dan sejumlah merchant di Merdeka Walk.

    “Minggu pertama Januari 2020, QRIS akan dilaunching serentak di beberapa pasar tradisional di Medan seperti, Pasar Petisah, Pasar Beruang, Pasar Sei Sikambing, dan Pusat Pasar,” ungkapnya.

    Untuk di Pasar Beruang ini sudah semua menerapkan QRIS yang dapat discan melalui aplikasi GoPay atau OVO pembeli.

    Menurutnya ini tentu sangat memudahkan para pembeli maupun pedagang dalam bertransaksi. Pembeli juga tidak perlu membawa uang banyak atau dompet ke pasar. Sehingga lebih aman dan praktis.

    “Kemudahan dengan non tunai, pembeli tidak bawa uang. Cukup bawa HP dan ada paket pulsanya serta aman. Yang penting HP-nya dijaga jangan sampai hilang,” ujar Wiwiek.

    Wiwiek menuturkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan grand launching QRIS yang akan diresmikan di awal Januari 2020.

    “Kita berharap nantinya akan ada lebih banyak lagi pasar yang menerapkan QRIS, termasuk di kampus, pesantren dan tempat-tempat ibadah,” ungkap Wiwiek. (Mahbubah Lubis)

     

     

    Apa Tanggapan Anda?