Home / NEWSSUMUT / Patah Hati, Gadis Asal Desa Kuala Gantung Diri

Patah Hati, Gadis Asal Desa Kuala Gantung Diri


Eprilianta (22) seorang gadis asal Desa Kuala, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dia nekat gantung diri menggunakan sehelai kain gendong di kusen pintu dapur rumah Jalan Jamin Ginting Dusun VI Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi,

EDISIMEDAN.com, KARO- Eprilianta (22) seorang gadis asal Desa Kuala, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dia nekat gantung diri menggunakan sehelai kain gendong di kusen pintu dapur rumah Jalan Jamin Ginting Dusun VI Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo tepatnya di Optik Brian milik Masa beru Tarigan, Senin (23/04/2018) sekira pukul 10:00 Wib.

Menurut informasi, korban nekad gantung diri akibat patah hati karena hubungan asmara dengan pacarnya tidak direstui kedua orangtuanya.

“Jasad korban pertama kali ditemukan Emil Jastin Ginting (38). Saat itu dia ingin membuat kacamata, korban dipanggil-panggil tapi tidak menyahut. Sehingga Jastin mencarinya hingga ke belakang, Ia langsung terkejut melihat korabn sudah tergantung di kusen pintu belakang,”ujar Kapolsek Berastagi Kompol Aron Siahaan melalui Kanit Reskrimnya Iptu J.Munte SH.

Baca Juga:  Sudah P21, KPK Segera Seret Gatot dan Evy ke Pengadilan

Melihat kejadian tersebut kemudian saksi melaporkan kepada perangkat Desa Sempajaya Sudarman Tarigan yang langsung diteruskan Ke Polsek Berastagi. Selanjutnya Kapolsekta Berastagi dan Unit Reskrim beserta tim identifikasi Polres Tanah Karo mendatangi TKP dan membawa korban ke RSU Kabanjahe.

Dari keterangan dokter yang melakukan pemeriksaan dr Johannes sitepu, jasad korban tidak terdapat kekerasan atau tanda-tanda penganiayaan.

“Murni akibat gantung diri, orang tua korban juga menolak untuk dilakukan otopsi yang kemudian dituangkan dalam surat pernyataan. Sementara barang bukti yang digunakan untuk mengakhiri hidupnya berupa sehelai kain panjang (kain gendong) warna hitam berbunga, 2 buah kursi plastik warna coklat muda dan sepasang sandal miliknya berada di TKP. Jasad sudah dibawa pulang keluarga untuk dikebumikan. Hasil penyelidikan semnetar diduga akibat hubungan asmara yang tidak direstui orangtuanya,”terang Kanit.[Anita]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up