Pegadaian Ajarkan Cara Membuat Sampah Menjadi Emas

    774
    Deputi Bisnis Area Medan II Pegadaian Kanwil I Medan, Jansen Siahaan mencoba mengajak ratusan pengelola Bank Sampah untuk nasabah Tabungan Emas. Soalnya sampah-sampah yang 'tersimpan' dapat ditukarkan pundi-pundi emas.

    EDISIMEDAN.com, MEDAN – Sampah identik dengan bau busuk, kotor dan sumber segala penyakit. Namun, jika sampah dikelola secara baik memiliki manfaat lain untuk sumber pendapatan tambahan pendapatan.

    Kepala UPT Pengelolaan Sampah Sumatera Utara, Dr Indra Utama didampingi Kasi Pengangkutan dan Pengumpulan Sampah, Hendro DP Sibagariang, melukiskan di era perkembangan teknologi dan informasi, barang bekas yang sudah menjadi sampah kini dapat dikelola menjadi sumber pendapatan tambahan. Bahkan, kini bermunculan Bank Sampah, perusahaan yang menampung segala jenis sampah.

    “Sampah yang dikumpulkan, disortir kembali untuk dijual kepada penampung. Hasil pendapatannya disimpan di Bank Sampah menjadi tabungan sembako, biaya kesehatan maupun pendidikan,” katanya pada Sosialisasi Tabungan Emas, pekan lalu.

    Di Sumatera Utara, kehadiran Bank Sampah yang dikoordinir Dinas Lingkungan Hidup melalui UPT Pengelola Bank Sampah, mengumpulkan sejumlah Direktur Bank Sampah untuk diedukasi untuk meningkatkan profesionalitas.

    Bukan hanya itu, PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan melirik potensi tersebut, untuk menggandeng para pengelola Bank Sampah menjadi mitra kerjanya. Melalui sosialisasi Tabungan Emas, Pegadaian masuk dikegiatan UPT Bank Sampah yang dipimpin DR Indra.

    Deputi Bisnis Area Medan II Pegadaian Kanwil I Medan, Jansen Siahaan mencoba mengajak ratusan pengelola Bank Sampah untuk nasabah Tabungan Emas. Soalnya sampah-sampah yang ‘tersimpan’ dapat ditukarkan pundi-pundi emas.

    “Olahan sampah dari rumah tangga masyarakat yang ditampung Bank Sampah bukan hanya dijadikan simpanan uang, tapi bisa ditukarkan menjadi pundi-pundi gram emas. Bukankah ini memiliki nilai lebih bahkan dapat diinvestasikan dalam jangka waktu lama,” paparnyakepada awak media, Senin lalu.

    Dia menyebutkan, ternyata tawaran mendapat respons hangat pengelola Bank Sampah. “Dalam waktu dekat ini, kita akan tandatangani nota kesepahaman atau MoU skema kerjasamanya, agar program ini dapat terwujud di wilayah Sumut. Program kerjasama antara Bank Sampah dengan Pegadaian sudah berjalan di Kalimantan dan Makassar,” tutur Jansen. [fur]

    Apa Tanggapan Anda?