Home / / Pelaku Histeris Lihat Kondisi Anak yang Ia Tanam Hidup-hidup

Pelaku Histeris Lihat Kondisi Anak yang Ia Tanam Hidup-hidup


Yusna Adlina Harahap, ibu kandung pelaku penganiayaan terhadap anaknya sendiri saat diitrogasi di ruang PPA Polres Tapanuli Selatan. [edisimedan.com/bey]

EDISIMEDAN.com, PADANGSIDEMPUAN – Suasana haru sempat tercipta saat pelaku penganiayaan Yusna Adlina Harahap bertemu anak kandung yang ia aniaya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Selasa (16/1/2018).

Isak tangis perempuan itu pecah melihat kondisi sang buah hati Siti Aminah (6), terbaring lemah di tempat tidur karena alami trauma dan terdapat bekas luka di beberapa bagian tubuhnya. Dia mengaku menyesal telah menganiaya buah hatinya sendiri.

Pelaku sebelumnya bermohon kepada penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Selatan untuk bertemu dengan korban. Meski sang anak sempat menolak, namun permintaaan tersebut dipenuhi.

Kanit PPA Polres Tapanuli Selatan, Iptu Heppy Margowati Suyono menyebutkan, dalam kasus ini pelaku penganiayaan adalah ibu kandung korban sudah ditahan. Sementara utama lainnya, Aldi Pratama, ayah tiri korban melarikan diri pasca terungkapnya kasus ini.

Baca Juga:  Pemeriksaan Lanjutan KPK di Mako Brimob, Anggota DPRD Sumut Kompak Aksi Diam

“Satu pelaku lagi yaitu ayah tiri korban masih melarikan diri dan dalam pengejaran. Untuk korban, kita belum mintai keterangan, karena masih trauma. Korban mengalami penganiayaan dengan benda tumpul,” tukas Iptu Heppy.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, pelaku mengaku tega menganiaya anak kandungnya karena dipaksa suaminya, Aldi Pratama, yang baru dinikahinya tiga bulan yang lalu.

Korban dianiaya kedua pelaku sejak dua bulan yang lalu. Selain dianiaya dengan menggunakan kayu, batu dan ditendang serta dibanting, korban juga sempat dimasukkan ke dalam goni, kemudian ditanam hingga tinggal kepala.

Siti Aminah dianiaya di rumah pelaku di Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara dan di perkebunan di tempat keduanya bekerja.

Sementara kondisi korban hingga saat ini masih terbaring di rumah sakit karena  masih trauma. Ia dijaga sang nenek didampingi Lembaga Perlindungan Anak Padangsidimpuan.[bey]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up