Pelaku Pencabulan Belasan Anak di Paluta Ditangkap, Pelaku Dihadiahi Timas Panas

363
Petugas Satreskrim Polres Tapanuli Selatan akhirnya berhasil meringkus pelaku pencabulan belasan anak di Desa Balakka, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Paluta, Jumat (16/3/2018) dini hari. Pelaku berinisial SH terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas lantaran berusaha kabur saat ditangkap. [edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Petugas Satreskrim Polres Tapanuli Selatan akhirnya berhasil meringkus pelaku pencabulan belasan anak di Desa Balakka, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Paluta, Jumat (16/3/2018) dini hari. Pelaku berinisial SH terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas lantaran berusaha kabur saat ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ismawan mengatakan pelaku diringkus di persembunyiannya di kawasan Sipirok.

“Saat ditangkap SH sempat melakukan perlawan. Ptugas pun terpaksa memberikan tindakan tegas terukur ke kaki kanannya yang membuat SH tersungkur,” ucap Ismawan kepada wartawan, Jumat (16/3/2018).

Ismawan menjelaskan penangkapan SH berawal dari laporan salah seorang orangtua korban berinisial MAHS, RL warga Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Paluta ke petugas beberapa waktu lalu. Dimana, peristiwa pencabulan tersebut terkuak pada Sabtu (3/3/2018) lalu.

Kala itu, RL merasa curiga dengan prilaku anaknya tersebut. Tak pelak, perempuan berusia 49 tahun ini pun menanyakan apa yang telah dialami anaknya.

Saat itulah, bocah lelaki yang berusia 9 tahun ini pun menceritakan pengalaman pahitnya. Kepada RL, korban pun mengatakan kalau anusnya sakit akibat disodomi SH yang tak lain merupakan tetangganya.

Mendengar pengakuan anaknya tersebut, RL pun mendatangi Polres Tapsel guna membuat laporan. Usai laporan tersebut diterima, petugas pun langsung bergerak mencari pelaku. Namun, kala itu pelaku berhasil melarikan diri.

BERITA SEBELUMNYA

Tak lama berselang, petugas pun akhirnya mendapat informasi kalau SH berada di kawasan Sipirok. Berbekal informasi tersebut, petugas pun mendatangi lokasi dan menangkap SH.

Pelaku kini berada di tahanan Mapolres Tapsel. Dia mengakui segala perbuatannya.

“Dari pengakuannya ada 12 orang korbannya. Semuanya laki-laki. Tapi menurut kita lebih dari 12,” ungkapnya.

Perwira pertama Polri tersebut mengatakan, modus yang digunakan pelaku guna melepaskan syahwatnya dengan cara mengajak para korbannya keliling kampung. Usai diajak berkeliling, para korban pun digiring tersangka ke pematang sawah.

“Di pematang sawah itulah, para korban pun disodomi pelaku,” ucapnya.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku pun memberikan sejumlah uang kepada korban. Namun, disaat yang bersamaan pelaku juga mengancam korban supaya tidak menceritakan yang dialaminya kepada siapapun.

“Dia ngasih sejumlah uang kepada korbannya. Dan mengancam korbannya supaya tidak cerita kepada siapapun,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 11 orang anak di Desa Balakka, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menjadi korban pencabulan seorang pria yang diketahui telah mempunyai tiga orang anak. Parahnya aksi cabul pria yang diketahui berinisial SH ini sudah dua tahun berlangsung.

Yang cukup mengesalkan, pelaku diketahui sudah melarikan diri bersama anak dan istrinya pasca terbongkarnya aksi cabul ini.

Para korban yakni, H, 12; MA, 9; UH, 12;. Selanjutnya, SB, 6; KAP, 10; KS, 12; AP, 11; MRR, 10; MA, 13; ATB, 11 dan LA, 11. Bahkan korban MA merasa ketagihan dan mencari-cari pelaku.

Memang anak-anak korban pencabulan ini sudah mendapat trauma healing bersama dokter Puskesmas. Namun tampak raut wajah mereka masih trauma. [ska]

Apa Tanggapan Anda?