Pelayanan KNIA Baik, Tapi Konsumen Minta Pejabat Angkasa Pura II Diganti dan Tak Setuju Taksi Online Beroperasi

19

EDISIMEDAN.com, MEDAN : Sebagai bandara kedua terbesar di tanah air, Kualanamu International Airport (KNIA) atau yang dikenal sebagai Bandar Udara Kualanamu, hingga kini terus berbenah. Di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II, bandara yang terletak di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara ini ternyata cukup menarik untuk menjadi salahsatu objek vital yang diperhatikan.

Meski secara resmi Bandara Kualanamu baru beroperasi 2013 atau sekitar 5 tahun lalu, namun tentunya banyak hal yang harus dibenahi. Peran serta masyarakat bagi pengelola tentu sangat dibutuhkan agar bandara kebanggaan ini bisa menjadi lebih baik di masa depan.

Bertitik tolak dari hal itu pula, Onlinesumut sebagai media berbasis online (daring), untuk surveinya ketiga, sengaja mengangkat tema tentang ‘Kepuasan Layanan Bandara Kualanamu’ dengan segala infrastruktur dan perangkatnya.

“Banyak hal yang kita kritisi dalam survei tentang Kualanamu kali ini. Karena sejak beroperasi pada 25 Juli 2013, cukup banyak masalah yang terjadi di bandara ini yang ujung-ujungnya juga berdampak buruk kepada konsumen. Mulai dari pelayanan tak maksimal, barang penumpang yang hilang hingga persoalan beroperasinya transportasi online di area bandara” Ungkap Teuku Yudhistira, Direktur Utama PT Media Hijau Sumatera Utara sekaligus Pemimpin Redaksi Onlinesumut.com, Senin (3/12/2018).

Dalam keterangannya kepada wartawan dikantornya Jl. Sei Babalan No 23 Kec. Medan Petisah, pria yang akrab disapa Yudis ini mengungkapkan, untuk mengetahui plus minus KNIA, pihaknya sengaja mengambil sampel tentang layanan di bandara tersebut untuk mengetahui langsung tanggapan masyarakat konsumen dengan segala seluk beluknya.

“Sama seperti survei sebelumnya, kami melakukannya dengan system random (acak) lewat nomor telepon dan media sosial. Selama 7 hari mulai 18 sampai 25 November 2018 menyebar polling ke masyarakat, hasilnya ada sekitar 613 responden yang ikut mengisi polling kami” urainya.

Untuk metodologi yang digunakan pada survei ini, sambungnya, populasi mengacu kepada responden antara 18-65 tahun pemilik akun whatsapp di seluruh tanah air, yang pernah menggunakan transportasi udara melalui KNIA.

“Penarikan sampel kita lakukan secara online melalui formulir yang tersedia dan terpublish di onlinesumut.com. Untuk margin of error dan tingkat kepercayaan, dengan hasil 613 respondel, margin of error kali ini lebih kurang 5%” papar Yudis.

Diungkap Yudis, dari 10 pertanyaan yang diajukan, responden yang ikut berpartisipasi memberikan tanggapan berbeda sesuai dengan pilihan yang diajukan.

“Kami awali dengan pertanyaan bagaimana pelayanan bandara kualanamu, Sumatera Utara. Dari 613 orang responden, 95,75% pelanggan memilih “Baik” , 4,3% “Biasa Saja”, 81,4% memilih “Tidak” dan 14,3% memilih “Iya”.

Untuk pertanyaan Jadwal Penerbangan baik keberangkatan dan kedatangan, membuat kamu sulit atau mudah mendapatkan angkutan publik dari dan ke Bamdara Kualanamu?.

Dari seluruh responden yang mengisi polling, 90% memilih “Mudah”. 5% memilih “Sulit”, 3% memilih “Tidak Tau” 1% memilih “Lumayan Mudah” dan 1% memilih “Kadang Sulit Kadang Mudah”.

Menyangkut pilihan transportasi di Bandara Kualanamu, Pelanggan Memilih “Damri” 47,1% sedangkan 18,6% memilih “Kereta Api Railink, 14,3% memilih “Grab Car”, 12,9% memilih “Taksi Bandara”, 1% memilih “Go Car dan Taksi Gelap” serta ada pilihan lainnya.

Ketika Onlinesumut mengajukan pertanyaan mengenai tanggapan terkait setujukah Anda bila Taksi Online dilarang beroperasi di areal Bandara Kualanamu, 68,6% Memilih “Tidak”, 22,9% memilih “Ya” dan 8,6% Pelanggan memilih “Ragu-ragu”.

Pertanyaan berikutnya, pelarangan Taksi Online di Area Bandara Kualanamu oleh PT Angkasa Pura II, dan mengganggu kenyamanan pelanggan sebagai konsumen. Pelanggan 55,7% memilih “Tidak”, 38,6% memilih “Ya” dan 5,7% memilih “Tidak Menjawab”.

Terkait dari pelayanan petugas, jika melaporkan adanya kehilangan atau pencurian barang-barang anda di Area Bandara Kualanamu, 53,6% responden memilih “Puas”, 23,2% memilih “Tidak Menjawab”, 15,9% memilih “Tidak Puas” dan 7,3% memilih Pilihan yang Lain.

Untuk pertanyaan Jika menurut mereka pelayanan di Bandara Kualanamu buruk, setujuhkah Anda jika Jajaran Manajer PT Angkasa Pura II Kualanamu atau Direksi PT Angkasa Pura II (Persero) diganti, 44,3% Pelanggan memilih “Ya” , 30% memilih “Tidak” , 22,9% memilih “Tidak Menjawab” dan 2,8% pelanggan memilih pilihan lainnya.(Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?