Pemerintah-Perbankan Harus Bersinergi Dorong Pertumbuhan UKM

36
Para tenaga kerja di salah satu UKM Kuliner foto bersama dengan mantan Kepala BSM, Elfian Jailani di Medan, Selasa (10/4).

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pemerintah daerah dan perbankan harus bersinergi mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terutama yang bergerak di sektor kuliner untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata di daerah.

Sektor industri pariwisata dan kuliner merupakan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi daerah serta menyerap banyak tenaga kerja. Itu sebabnya sinergi pemerintah sebagai regulator dan bank sebagai industri jasa keuangan harus berkomiten memfasilitasi UKM kuliner.

“Saya melihat pertumbuhan UKM kuliner di berbagai sudut kota Medan seperti cendawan di musim hujan. Ini merupakan salah satu potensi untuk menarik wisatawan ke daerah ini,” kata mantan Kepala Bank i Syariah Mandiri (BSM),Elfian Jailani di Medan, Selasa (10/4).

Dia menyebutkan munculnya aneka kuliner di Medan maupun di daerah lain harus mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun perbankan atau industri jasa keuangan non bank untuk memfasilitasinya dengan modal usaha terutama untuk tempat usaha mereka.

“Pemerintah memang sudah berkomitmen memberdayakan ekonomi kerakyatan seperti UKM dan koperasi. Ini tertuang dalam GBHN 1999-2004. Tapi hal ini terkesan belum terlaksana sepenuhnya. Padahal tak bisa dipungkiri peran UKM sangat besar sebagai motor penggerak ekonomi,” ujar Pimpinan UKM Karibia yang menggelar aneka kuliner di kota Medan ini.

Dia mengakui UKM kuliner menyerap modal usaha minimal Rp500 juta sudah termasuk tempat usaha. Jumlah ini masih terasa kurang jika usaha tersebut diandalkan untuk menunjang sektor pariwisata. Sebab tantangan yang di hadapi di era digital memang tidak ringan terutama di sisi persaingan restoran asing.

“Seperti kita ketahui pada 2019, pemerintah ingin meningkatkan kontribusi sektor pariwisata Indonesia sebesar 8 % dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini kita harapkan bisa tercapai dengan catatan pemerintah dan perbankan harus bersungguh-sungguh mendorong sektor tersebut,” kata Elfian yang buah pikirannya di masa pensiun di BSM dicurahkan untuk meningkatkan kapasitas uasahanya di Medan.

Dia sudah merancang sedemikian rupa bagaimana ke depan menarik wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara khususnya di Medan melalui aneka kuliner yang disebutkan 8 kuliner Indonesia sangat terkenal di dunia. Soalnya makanan khas Indonesia kaya akan rempah-rempah.

“Seperti di Medan dan Aceh, bahan bakunya tidak sulit diperoleh termasuk sayur-mayur, ikan maupun daging dan komoditas laut lainnya. Tak kalah pentingnya meningkatkan layanan berkualitas bagi pelanggan di samping penyediaan ruang jamuan yang memadai,” tutur Elfian.[fur]

Apa Tanggapan Anda?