Pemko Binjai Bersikap Melayani Masyarakat Bukan Memberatkan

33
Pengelolaan ristribusi sampah jangan dijadikan cari untung sebab pengelolaan sampah itu untuk melayani masyarakat

EDISIMEDAN.COM,Binjai- Terkait menurunnya jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Binjai di tahun 2018 ini, menurut Walikota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Binjai Ir H Eddy Aswari disebabkan oleh pihak Pemko Binjai berorientasi melayani masyarakatnya bukan malah memberatkan masyarakatnya dengan menaikkan retribusi untuk menaikkan PAD.

Hal tersebut diatas disampaikannya kepada wartawan, Selasa,(26/6) di Binjai. Menurut Eddy Aswari, SKPD dan DPRD Binjai jangan menaikkan ristribusi lagi misalnya ristribusi untuk sampah yang sebulan hanya Rp 7500 untuk mencapai target PAD.

” Restribusi sebesar Rp 7500 itu saja sudah memberatkan warga masyarakat Binjai khususnya yang menetap di tengah kota. Apalagi jika di naikkan ristribusinya bisa jadi ribut itu sedang rumah yang dikutip itu itu saja tidak bertambah ,”terang Eddy

“Sebaiknya untuk urusan sampah pemerintah jangan beroriantasi bisnis dengan mencari untung, pasalnya tidak ada satupun daerah yang untung dalam pengelolaan sampah. Bahkan kabarnya Makasar mengratiskan ristribusi sampahnya ,”kata Eddy

Bukan masyarakat yang diperas tapi investor yang harus didatangkan ke Binjai. Dan itu bisa tercipta dengan pelayanan dari dinas terkait untuk masalah sampah. Orientasi harus diubah dan wajah kota yang bersih yang akan membawa peningkatan PAD dengan masuknya investor melirik potensi. Urusan sampah kita tidak bisa seperti berdagang bakso dengan modal Rp 50 ribu mendapatkan untung Rp 100 ribu.

“Jadi wajar jika ada dinas yang anggaran lebih besar dari hasil yang di dapatnya. Misalnya Batam sebagai penghasil PAD terbesar ristribusi smapah yang mencapai Rp 30 miliyar tapi itu semua dengan memakai anggaran yang lebih besar dari PAD yang dihasilkan. Karena urusan sampah itu adalah melayani masyarakat ,”pungkas Eddy.

Sementara itu disisi lain untuk urusan sampah di Kota Binjai terjadi tumpang tindih. Pasalnya untuk urusan sampah ada tiga yang ngurus yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pasar dan pihak Kecamatan.Disarankan untuk urusan sampah dikelola satu dinas saja. (op)

Apa Tanggapan Anda?