Home / NEWS / Penanaman Mangrove Bukan Sekedar Konservasi 

Penanaman Mangrove Bukan Sekedar Konservasi 


Edisimedan.com, Medan-Kepedulian terhadap kelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan Pertamina dengan penanaman mangrove bukan hanya juga sekedar menciptakan konservasi hutan. Tetapi, program mulia yang dilakukan Pertamina ini justru menciptakan wawasan dan sumber penghasilan masyarakat.

“Saya awalnya bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Medan, namun karena wabah covid-19, saya dan bahkan banyak rekan kerja saya di rumahkan,” ujar Asni Danur Hutahaen (22 tahun) warga jalan Haidir lingkungan 7 Kecamatan Medan Labuhan Kelurahan Nelayan Indah pada Jumat (30/10/2020)

Selama 3 bulan, wanita muda ini di rumah saja tanpa ada penghasilan apapun. Bingung? Jelas ia kebingungan karena kebutuhan hidup terus berlangsung.

Ia yang sejak lahir di kawasan pesisir Medan Labuhan ini lantas mendapat informasi bahwa ada sentra mangrove yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Sebelumnya diakuinya ia juga pernah mendengar ada peresmian dan penandatanganan kesepakatan pelestarian  lingkungan dengan penanaman mangrove dikawasan itu.
Asni mengaku saat itu ia sangat penasaran, lalu iapun bergabung dan terbentuk tim yang bernama Tim Mawar Lestari.

 

Sejumlah produk olahan dari mangrove
“Sekarang saya sudah bisa buat kue basah, ongol ongol, kue nenas, bisa buat sirup dodol, keripik, dan  apa saja jenis cemilan lainnya bisa dibuat  jika kita berinovasi,” ungkapnya sembari menegaskan sebelumnya ia tidak mengetahui bahwa tanaman mangrove itu dapat dikonsumsi. 
ia menjelaskan, tanaman mangrove dulunya hanya dianggap tanaman hutan saja yang bertugas melindungi lingkungan mereka dari banjir, juga melindungi perairan yang ada disekitar mereka.
Olahan cemilan Peyek dan kue bawang misalnya, diolah dari tanaman  Jeruju. Dikatakannya Jeruju menjadi  pengganti daun bawang dan daun sop. Saat ditanya rasa, ia dengan percaya diri  rasanya tidak kalah enak dengan peyek atau kue bawang pada umumnya.

 

“Saya terkejut awalnya kok ya bisa tanaman hutan itu bisa dijadikan penganan, tapi setelah mendapat pembinaan dari Pertamina dan rumah zakat saya dan lainnya menjadi sangat antusias,” katanya.
Waktu senggangnya pun ia gunakan mengikuti pelatihan mengolah tanaman mangrove menjadi penganan. 
“Sekarang saya bisa buat peyek, kue bawang, sirup. Untuk jenis penganan lainnya saya masih perlu pembinaan oleh Pertamina,  saya sangat senang, sebelum itu belum bisa buat apa apa, sekarang sudah  bisa,” ucapnya.
Manfaat program ini ditegaskannya sangat berpengaruh sekali, bukan bisa hanya mengolah mangrove  namun sentra mangrove juga bisa menjadi tempat mengaji dan hal positif lainnya.
Tak kalah penting, ia juga mengakui dengan olahan magrove, dapat mengangkat ekonomi keluarganya. “Kami jadi ada pemasukan ekonomi keluarga atau sumber penghasilan dari pada duduk duduk.
Harapannya dengan program ini semoga bisa berkembang dengan baik, bisa menyadarkan orang-orang dilingkungan bahwa di lingkungan  itu ada yang bisa dimanfaatkan.
Program Pertamina  mangrove secara umum dengan tujuan mengupayakan konservasi terhadap hutan mangrove atau mengembalikan hutan mangrove pada fungsinya. Medan Utara khususnya, disana merupakan wilayah sangat riskan dan dekat dengan laut. Pasang surut dan abrasi adanya di Medan Utara. 

Apalagi kenyataannya di kota Medan atau di Medan Utara itu lahan hutan  mangrove itu berubah fungsinya menjadi tambak dan lahan industri.

Baca Juga:  Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan Medan-Kutacane Lumpuh

“Meski upaya sekecil apapun Pertamina bersama kita berupaya mengembalikannya degan menanam kembali mangrove yang ada di Medan Utara khususnya di Kecamatan Medan Labuhan di wilayah ring satunya pertamina,” jelas Sugi Prawansyah, S.Ak, Fasilitator program ini dari rumah zakat.

Pragram ini dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga saat Ini dengan upaya melibatkan masyarakat menyadarkan manfaat mangrove.

Sehingga saat ini pelaksanaan program ini  fokus mengedukasi. Programnya sangat bermanfaat khusunya bagi lingkungan.

Mangrove ini banyak manfaatnya baik buat biota air, maupun udara. Apalagi 30 persen di indonesia berasal dari hutan mangrove. Bagi masyarakat khususnya juga sangat bermanfaat.

Program ini sampai kini masih berjalan. Konsep saja berbeda. Yaitu dibuat sebuah sentra mangrove yang terdapat sentra bibit, masyarakat dilibatkan untuk menjadi sentral bibit mangrove. Tujuannya dari tidak tau menjadi tau sehingga pemerintah baikpun lembaga sosial masyarakat (lsm) atau NGO yang mau melakukan gerakan penghijauan bisa membeli bibit atau mangrove di sentra.

Baca Juga:  Menkes: "ISPA Kalau Diobati Bisa Sembuh Kok"

Disamping sentral bibit dan mangrove juga membuat gajebo dengan harapan bisa menjadi sentral mangrove edukasi.

Nurul Azmi CDO (Community Development Officer) FT Medan Group, memgatakan Untuk cakupan program mangrove selain di Bagan Serdang, FT Medan Group memiliki Bibit Indah dan Sentra Mangrove di RING I Kelurahan Nelayan Indah, Medan Labuhan. Program ini memiliki visi yang sama tetapi kegiatan utama yang berbeda yakni, sebagai sarana edukasi pelajar/wisatawan tentang bagaimana pentingnya mangrove dan juga program pembibitan untuk kemudian nantinya ditanam oleh wisatawan/pelajar yang mengunjungi lokasi tsb

“Program terus dijalankan sembari membenahi infrastruktur yang ada dan menjalankan Pelatihan kelompok di Pantai Labu Bagan serdang serta Kelompok Ecowomen (yang mengelola produk olahan mangrove) masih selalu membuat keripik mangrove yang dijual skala kecil di warung warung sekitar rumahnya. Untuk tani mangrove sendiri masih dilakukan pembibitan dan wisata pantai tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Sementara itu, Untuk kesadaran warga, dilihat dari semangat menjalankan program ini, ada/tidak ada pemantauan rutin kelompok tetap rajin untuk mengelola/membersihkan pantai karna balik lagi kelompok yang di berdayakan sudah memiliki mindset maju karna memiliki local heroes yang juga selalu memberikan motivasi. Dilihat juga jika Pertamina melaksanakan Pelatihan terkait lingkungan dan ekonomi antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti dan menerapkan hasil dari pelatihan yang dilaksanakan. (bd)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up